Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Komisi X Minta Cetak Biru Sistem Pengganti UN

Nasional Ujian Nasional
Intan Yunelia • 14 Desember 2019 14:00
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim diminta menyerahkan cetak biru asesmen kompetensi sebagai pengganti ujian nasional (UN). Cetak biru diperlukan demi memastikan kebijakan disiapkan dengan matang.
 
"Kita minta cetak birunya yaitu semua yang komprehensif terkait kurikulum dan pengembangan guru dan ada di situ semuanya," kata anggota Komisi X DPR Putra Nababan dalam diskusi di Hotel Ibis Tamarin, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Politikus PDI Perjuangan itu meminta Nadiem tidak membuat gebrakan tanpa persiapan matang. Bila tidak, Nadiem hanya demi meneruskan tradisi setiap pergantian menteri dengan mengotak-atik kurikulum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau bicara cetak biru itu kita bicara bukan hanya dua atau tiga tahun tapi bicara lima sampai 10 tahun dan kita tidak mencari kucing dalam karung. Ketika kita minta kajiannya kepada Mendikbud sebelum menjadi keputusan pengalihan UN, ini yang kita tunggu-tunggu sekarang," ujar Putra Nababan.
 
Ia menekankan kepada Mendikbud beserta pihak terkait untuk betul-betul memperhatikan kajian kebijakan ini lebih mendalam. Pasalnya, ketika kebijakan sudah dilaksanakan, semua regulasi turunannya akan berubah total.
 
"Karena implikasi pengalihan UN menjadi asesmen karakter dan alat uji lain kan ada implikasi peraturan menteri dan undang-undangnya dan kurikulumnya dan terlalu jauh implikasinya. Untuk itu setelah ada statementlalu kita minta rencananya sehingga kalau nanti ada keputusan itu sudah bisa kita lihat dari berbagai sisi," tutur Putra.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif