Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. Foto: Medcom.id/Cindy
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. Foto: Medcom.id/Cindy

PAW Tak Bisa Asal Tunjuk

Nasional kpu pdip OTT KPK
Whisnu Mardiansyah • 15 Januari 2020 10:42
Jakarta: Proses perganti antarwaktu (PAW) anggota DPR disebut hak prerogatif partai dengan alasan dan pertimbangan tertentu. Namun, PAW tidak bisa asal tunjuk.
 
"Undang-undang yang berlaku selama ini kalau ada anggota DPR yang berhalangan tetap (seperti) meninggal dan sebagianya, kita masih menganut sistem proporsional terbuka," kataKetua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2019.
 
Doli menjelaskan sistem proposional terbuka menghitung suara terbanyak. Anggota yang berhalangan tetap bakal digantikan anggota dengan suara terbanyak kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini mengacu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) terkait mekanisme PAW. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemudian menurunkan aturan itu dalam Peraturan KPU.Politikus Partai Golkar itu menegaskan selama belum ada revisi Undang-Undang Pemilu, aturan PAW tidak mengacu fatwa hukum lain.
 
Politikus Golkar itu menyebut suap pada Komisoner KPU Wahyu Setiawan terkait PAW lantaran masihada selisih paham dan tasfir antara fatwa hukum putusan Mahmakah Agung (MA) dengan PKPU. Dia menyebut ada pihak yang memanfaatkan celah ini buat cawe-cawe dengan komisioner KPU.
 
"Kalau itu berlaku kan enggak ada suap menyuap di KPU," kata dia.
 
PDI Perjuangan meminta KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumsel 1 menggantikan Nazarudin Kiemas. Nazarudin meninggal pada 26 Maret 2019 sebelum hari pencoblosan pemilu pada 17 April 2019.
 
Berbekal Putusan MA Nomor 57 P/HUM/2019, PDI Perjuangan meminta posisi Nazarudin yang mendapat suara terbanyak diberikan pada Harun Masiku (caleg nomor urut 6) yang perolehan suaranya sangat sedikit. Permintaan itu ditolak KPU pada 31 Agustus 2019. KPU menilai caleg yang meraih suara terbanyak kedua, Riezky Aprilia yang berhak menempati posisi yang ditinggalkan Nazarudin dan maju ke Senayan.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif