Akademisi Ubedillah Badrun (tengah). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara
Akademisi Ubedillah Badrun (tengah). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara

Empat Menteri Jokowi Dinilai Gagal

Nasional kabinet jokowi
Cindy • 12 Oktober 2019 18:33
Jakarta: Sebanyak empat menteri Presiden Joko Widodo dinilai gagal menunjukkan kinerja terbaiknya selama hampir lima tahun ini. Mereka yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto
 
"Kalau kementerian orang-orangnya masih sama, bagi saya tidak ada gereget baru," kata pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Oktober 2019.
 
Ubedillah meminta Jokowi tak memakai kembali jasa keempat menterinya di kabinet kerja jilid II. Dia pun membeberkan 'dosa-dosa' keempat menteri Jokowi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ubedillah menyebut Sri Mulyani gagal mengangkat ekonomi Indonesia. Buktinya pertumbuhkan ekonomi hanya 5,5 persen.
 
"Faktor melemah angkanya akibat faktor global perang dagang Amerika-China. Tapi alasan itu tak terjadi di negara-negara lain. Ini soal kemampuan (menteri)," kata dia.
 
Sri Mulyani dinilai tidak mampu memanfaatkan peluang perang dagang AS-China. Padahal, Vietnam bisa memanfaatkan momen itu untuk meningkatkan perekonomiannya. Ubedillah juga meminta Jokowi mengevaluasi menteri lain di bidang ekonomi.
 
Ubedillah menilai Luhut dan Rini juga tak layak dipertahankan di periode kedua Jokowi. Keduanya dinilai bertanggung jawab atas menurunnya ekspor di bidang energi hingga 13 persen. "Kita perlu orang-orang baru yang segar, yang memberi energi bagi optimisme bangsa menghadapi masa depan," ujar Ubedillah.
 
Wiranto, lanjut dia, gagal melindungi masyarakat. Dia menyoroti kerusuhan di Papua, hingga demonstrasi yang menolak sejumlah rancangan undang-undang yang memakan korban.
 
Menurut dia, Jokowi perlu memberi warna baru dalam kabinetnya. Jika perlu, kabinet kerja jilid II diisi kalangan muda.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif