Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dan pemaparan dalam kegiatan Silaturahim Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Rabu (15/10/2014). ANT/Jafkhairi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dan pemaparan dalam kegiatan Silaturahim Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor, Jabar, Rabu (15/10/2014). ANT/Jafkhairi

SBY: 2045 Indonesia Lebih Maju dari 1945

Nasional presiden sby
Antara • 15 Oktober 2014 18:48
medcom.id, Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan 30 tahun mendatang Indonesia sudah dapat mencatatkan diri sebagai salah satu negara maju dengan kekuatan ekonomi, demokrasi matang, dan kekuatan di sektor lainnya.
 
"Kita ingin setelah 100 tahun merdeka, pada 2045, Indonesia saat itu adalah Indonesia yang jauh lebih maju dibandingkan 1945 dan dibandingkan 2014," kata Presiden saat bertemu dengan para pemegang beasiswa Presiden RI dalam sebuah acara yang berlangsung di Pusat Pendidikan Pasukan Perdamaian di Sentul, Bogor, Rabu (15/10/2014).
 
Presiden mengatakan Indonesia pada 30 tahun mendatang adalah Indonesia yang memiliki ekonomi kuat dan juga pembangunan yang berkelanjutan. "Maju juga artinya kita ingin memiliki demokrasi yang kuat dan stabil," tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak cuma ekonomi dan politik, peradaban berkembang dengan membawa keunggulan dan daya saing kuat bangsa sehingga demokrasi kian matang. Agar hal itu tercapai, menurut Presiden, Indonesia harus dengan memiliki sumber daya manusia unggul.
 
"Dengan agenda besar 2045 maka persiapan fokus. Contohnya bila kita ingin ekonomi kuat, adil dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan sumber daya alam tapi juga sumber daya manusia. Kalau kita punya bonus demografi namun bukan SDM yang tangguh, justru itu akan menjadi beban," kata dia.
 
Presiden juga berharap agar para pemegang beasiswa presiden angkatan pertama yang akan segera menempuh pendidikan ke universitas-universitas terbaik di dunia bisa memperdalam ilmu dan kemudian mengaplikasikannya saat kembali ke Indonesia.
 
"Ada waktu 30 tahun, saya berharap 30 tahun mendatang, di antara penerima beasiswa presiden ada yang berdiri di mimbar ini (mimbar presiden-red), menjadi menteri atau pemimpin atau tokoh di tingkat pusat dan daerah," kata dia.
 
 
(JCO)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif