Presiden Jokowi/MTVN/Desi Angriani
Presiden Jokowi/MTVN/Desi Angriani

Berada di Bawah 50%, Elektabilitas Jokowi Dinilai Rawan

Nasional pilpres 2019
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Mei 2018 05:10
Jakarta: Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei terkait elektabilitas Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun depan. Peneliti Senior LSI, Adjie Alfaraby, mengatakan elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden 2019 masih unggul.

"Elektabilas Jokowi sebagai calon presiden  pada pemilihan presiden 2019 masih mengungguli lawannya, yakni sebesar 46 persen," ujar Adjie Alfaraby di kantornya, Jakarta Timur, Senin, 14 Mei 2018.

Namun, kata Adjie, nama Jokowi dapat terancam. Ia menyarankan agar Jokowi tetap waspada lantaran angka elektabilitasnya masih di bawah 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Meski masih kuat, elektabilitas Jokowi pun masih di bawah 50 persen. Artinya sebagai petahana, angka elektabilitas tersebut belum aman untuk terpilih kembali sebagai presiden 2019," tutur dia. Hal tersebut diutarakan dengan melihat elektabilitas bakal calon presiden yang bakal menantang Jokowi. Adjie mengungkapkan, jika para pesaing Jokowi bersatu maka perbandingan elektabilitasnya sangat tipis.

"Apabila semua elektabilitas para capres lain bersatu, maka angkanya akan mencapai 44,7 persen. Artinya hanya berbeda 2 persen saja antara elektabilitas Jokowi dan semua capres lainnya," tutur dia.

Adjie memaparkan bahwa elektabilitas Jokowi tidak sampai 50 persen lantaran berbagai isu yang tengah terjadi, di antaranya lapangan kerja, tenaga asing di Indonesia, dan attacking campaign dengan munculnya tagar #2019GantiPresiden. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan LSI, sebagaian publik menilai Jokowi tidak kuat. 

"Jokowi dinilai publik masih lemah dan bisa dikalahkan. Terbukti dari survei yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi hanya 46 persen," pungkas dia.


(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi