Bawaslu Usut Dugaan Pelanggaran Tiga Parpol

Achmad Zulfikar Fazli 24 Mei 2018 19:26 WIB
pemilu serentak 2019
Bawaslu Usut Dugaan Pelanggaran Tiga Parpol
Bawaslu Foto: MI/Mohammad Irfan.
Jakarta: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan menegaskan, tak ada perbedaan dalam pengusutan kasus dugaan pelanggaran kampanye partai politik. Bawaslu juga mengusut dugaan pelanggaran kampanye dari tiga partai politik, yakni Partai Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
 
"Partai lain juga ada yang kita tindaklanjuti. Sementara ini ada tiga dengan PSI," kata Abhan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.
 
Ia memastikan Bawaslu memperlakukan sama semua partai politik dalam kasus pelanggaran kampanye. Bawaslu RI, lanjut dia, juga sedang supervisi kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan PAN.
 
"Tentu prinsip kami tidak ada diskriminasi terhadap ini. Tapi kan case by case itu punya tingkat kesulitan sendiri. Itu tentu yang butuh waktu dan pembuktian lebih lanjut," ujar dia.
 
Kasus ini semula diusut oleh Bawaslu Jawa Timur. Dalam kasus ini, Bawaslu Jawa Timur menemukan dugaan DPP PAN terlibat dalam pelanggaran iklan kampanye di media massa.
 
Namun, Abhan mengaku akan menelusuri kembali temuan jajarannya di tingkat daerah itu. "Nanti kita akan koordinasi, nanti kalau kami perlu memanggil (orang PAN), akan kami panggil," ucap dia.

Baca: Bawaslu Ultimatum Partai Politik

Ia belum tahu jenis pelanggaran yang dilakukan PAN. Pihaknya akan menerapkan sanksi yang sama dengan PSI jika terbukti melanggar Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilu.
 
"Ya kalau sama-sama memenuhi unsur 492, jadi unsur kampanye di luar jadwal. Sama penerapan pasalnya. Jadi rujukan pasalnya sama, tinggal nanti case by case pembuktiannya," pungkas dia.






(FZN)