Presiden Joko Widodo di KTT OBOR. Foto: Biro Pers Setpres/Laily.
Presiden Joko Widodo di KTT OBOR. Foto: Biro Pers Setpres/Laily.

Poros Maritim dan Jalur Sutra Baru

Nasional poros maritim dunia
Achmad Zulfikar Fazli • 15 Mei 2017 17:20
medcom.id, Beijing: Presiden Joko Widodo menyebut, jalur sutra baru atau inisiatif belt and road (B & R) sulit terwujud tanpa kontribusi signifikan dari Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia yang merupakan persimpangan antara Samudra Pasifik dan Samudra India dinilai memiliki peranan strategis.
 
"Kebetulan, salah satu kerangka strategis dalam visi dan misi pemerintahan saya adalah wacana Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujar Presiden di Yangqi Lake International Conference Center (ICC), Tiongkok, Senin 15 Mei 2017.
 
Kepada para kepala negara yang hadir, Presiden Joko Widodo memaparkan mengenai kondisi terkini dari upaya-upaya pemerintah dalam mewujudkan visinya. Dia menyebut, Indonesia penuh dengan segala kekayaan alam dan wisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jarak dari bagian paling barat kepulauan Indonesia sampai ke bagian paling timur adalah sama dengan jarak dari London ke Dubai atau dari Los Angeles ke New York. Kepulauan dan perairan Indonesia yang demikian besar juga penuh dengan kekayaan alam dan kekayaan wisata," ucap dia.
 
Potensi ini diakui belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, sebagian besar wilayah di Indonesia yang terdiri atas kepulauan tidak terkoneksi melalui infrastruktur yang memadai.
 
Sejak akhir 2014, Jokowi pun memutuskanmemangkas subsidi bahan bakar minyak lebih dari 80 persen. Reformasi itu menciptakan ruang fiskal sekitar USD15 miliar per tahun.
 
"Sebagian besar kami alokasikan kepada pembangunan infrastruktur. Maka lahirlah program pengembangan infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia," tambah Presiden.
 
Dua tahun sudah pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Nusantara digalakkan, hasilnya kini sedikit demi sedikit mulai dapat dirasakan. Presiden mencontohkan kondisi Sumatera Utara dan Sulawesi Utara yang berkembang pesat karena pembangunan infrastruktur tersebut.
 
"Sumatra Utara, bagian paling barat dari kepulauan Indonesia sekaligus gerbang masuk ke Selat Malaka, sekarang berkembang pesat sebagai pusat pengolahan minyak kelapa sawit dan industri oleochemical. Di lokasi ini pula terdapat Danau Toba, sebuah danau di pegunungan, di mana jumlah wisatawan sekarang bertumbuh pesat," kata Presiden.
 
Sementara itu, Sulawesi Utara yang bertetangga langsung dengan Filipina kini tumbuh sebagai destinasi baru bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Jokowi dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga telah meresmikan jalur pelayaran dari Davao dan General Santos di Filipina Selatan menuju Sulawesi Utara.
 
"Sejak tahun lalu beberapa maskapai penerbangan Indonesia membuka rute langsung dari daratan Tiongkok ke Sulawesi Utara. Jumlah wisatawan Tiongkok ke Sulawesi Utara pun melonjak, dari 12 ribu per tahun menjadi 12 ribu per bulan," tutur dia.
 
Menurut dia, saat ini semakin banyak maskapai penerbangan yang berminat membuka jalur penerbangan menuju Sumatra Utara dan Sulawesi Utara. Kedua provinsi tersebut kini juga menjadi peluang investasi baru bagi para investor.
 
"Maka kami ingin mengundang bapak/ibu sekalian untuk juga menghubungkan jasa-jasa pelayaran dan rute-rute penerbangan pada dua gerbang di bagian barat dan utara Indonesia ini. Saya percaya yang dibutuhkan di dunia saat ini adalah proyek-proyek yang konkret," ucap dia.
 
Baca: Samudera Hindia Bisa Jadi Proyeksi Kekuatan Banyak Negara
 
Jokowi pun meyakini visi kerja sama dan konektivitas antara negara-negara dalam inisiatif B & R akan terwujud. Ia mengajak para kepala negara untuk bersama-sama memperlihatkan kepada dunia mengenai pembangunan yang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.
 
"Sebagaimana disampaikan Presiden Xi Jinping kemarin pagi, visi kita akan terbangun satu per satu. Ada pepatah bahasa Inggris yang mengatakan 'seeing is believing', mari kita perlihatkan kepada dunia bahwa kita benar-benar membangun visi kita secara konkret," kata dia.
 
Usai kunjungan ke Beijing, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Mutiara SIS Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, sore ini.Esok hari, Presiden akan menghadiri Pembukaan Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
 


 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif