Ilustrasi stunting. DOK MI
Ilustrasi stunting. DOK MI

Pembangunan Keluarga Penting untuk Cegah Stunting

Nasional bkkbn stunting
Atalya Puspa • 01 November 2020 04:39
Jakarta: Permasalahan stunting masih menjadi ranjau yang menghambat pembangunan manusia Indonesia. Berdasarkan hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019, prevalensi stunting di Tanah Air sebesar 27,67 persen.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka tersebut masih cukup tinggi. Dia menuturkan penanganan stunting merupakan prioritas nasional. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan prevalensi stunting ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada 2024.
 
Muhadjir menyebut diperlukan langkah terobosan untuk mengatasi permasalahan stunting. Terpenting, dimulai dari keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permasalahan stunting sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Oleh karena itu pembangunan keluarga sangat diperlukan untuk mencegah stunting.
 
"Kita punya pekerjaan yang jauh lebih berat yaitu menyiapkan rumah tangga. Itu tidak kalah penting karena justru segala sesuatu harus dimulai dari penyiapan pasangan rumah tangga, keluarga baru terutamanya," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2020.
 
Muhadjir menjelaskan sebagai langkah untuk menyiapkan rumah tangga baru yang sehat, matang secara mental dan ekonomi, serta bisa menyiapkan generasi yang unggul, pemerintah telah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Lembaga itu sebagai leading sector penanganan stunting dengan hal utama pembangunan keluarga.
 
Kemenko PMK juga telah menyiapkan program bimbingan perkawinan (bimwin) secara holistik dengan melibatkan semua kementerian dan stakeholder terkait pembangunan keluarga "Sekarang kita arahkan agar semua pihak terlibat dalam bimbingan perkawinan. Tidak hanya domain Kementerian Agama. Tetapi lebih esensial mencakup banyak hal, seperti kesehatan reproduksi, kesehatan rumah tangga, ekonomi keluarga, sanitasi keluarga, dan seterusnya," terang dia.
 
Muhadjir menjelaskan keterlibatan kementerian terkait dalam bimbingan perkawinan untuk mewujudkan pembangunan rumah tangga dan keluarga baru yang matang. Seperti kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam program pengembangan keterampilan kerja dan Kartu Prakerja khusus pengantin baru, kerja sama dengan Kemenkop UKM dalam hal akses modal, dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pengantin baru.
 
"Ini dilakukan agar kita bisa siapkan rumah tangga Indonesia betul-betul siap," tutur dia.
 
Muhadjir menegaskan keluarga sebagai unit lembaga terkecil dalam suatu negara dan merupakan cerminan keadaan negara. Karena itu kesuksesan pembangunan keluarga akan menentukan arah kemajuan negara.
 
"Kalau kita ingin membuat negara bagus maka perbaguslah keluarganya, kalau kita inginkan negara makmur maka makmurkanlah keluarga. Kalau kita ingin bangsa selamat maka selamatkanlah keluarga Indonesia," tegas dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif