Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi kinerja seluruh jajaran karena hasil nilai kinerja Polri tahun 2019 terus membaik. Medcom.id/Cindy
Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi kinerja seluruh jajaran karena hasil nilai kinerja Polri tahun 2019 terus membaik. Medcom.id/Cindy

Polri Lembaga dengan Penyerapan Anggaran 2019 Terbaik

Nasional polri
Cindy • 03 Juni 2020 14:29
Jakarta: Kementerian Keuangan menetapkan Polri sebagai lembaga negara dengan penyerapan anggaran terbadik di Tahun Anggaran 2019. Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi kinerja seluruh jajaran karena hasil nilai kinerja Polri tahun 2019 terus membaik.
 
"Kita mendapat peringkat satu dari seluruh kementerian/lembaga dalam kategori penyerapan pagu anggaran besar yang penyerapanya sebesar 98,28 persen," ucap Idham melalui telekonferensi dari Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Pagu anggaran Polri di TA 2019 sebesar Rp86,18 triliun. Anggaran Polri tahun ini naik Rp12,93 triliun, atau ditambah 4,12 persen dari jumlah tahun sebelumnya. Anggaran Rp104,7 triliun membuat Polri lembaga dengan anggaran ketiga terbesar di 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya dari Kemenkeu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) juga menyatakan akuntabilitas kinerja dan indeks reformasi birokrasi Polri mencapai 75,95 persen. Penilaian ini menunjukkan Polri terus memperbaiki diri.
 
Sejumlah jajaran Polri juga mendapat penghargaan bidang pelayanan prima. Sejumlah satuan kerja (satker) dan polres yang memberi kontribusi antara lain Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Polres Banyuwangi, Polres Malang, Polres Tuban, dan Polres Cirebon.
 
Idham mengajak seluruh jajaran mempertahankan pencapaian prestasi tersebut. Selain operasional dan pelayanan yang baik, lanjutnya, penggunaan anggaran juga harus bisa dipertanggungjawabkan.
 
"Kita gunakan sesuai dengan peruntukannya, penggunaan dipa harus digunakan sebesar-besarnya untuk organisasi. Apabila tidak bisa diserap hanya ada satu kata dikembalikan ke negara", tegas Idham.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif