Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Adam Dwi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Adam Dwi.

Wapres Sayangkan Jika Menag Terlibat Kasus Korupsi

Nasional OTT KPK OTT Romahurmuziy
Suci Sedya Utami • 20 Maret 2019 00:17
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keterlibatan dua menteri agama dari partai politik dalam kasus korupsi memang menimbulkan kecurigaan adanya keterlibatan partai politik mereka di kasus tersebut.
 
"Dari 10 Menteri Agama (yang pernah ada di Indonesia) hanya dua yang dari partai. Ya kalau dihubung-hubungkan, dan dua-duanya kena (kasus korupsi), tentu juga ada kecurigaan juga memang, bahwa di sini ada pengaruhnya," kata JK, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Dua menteri agama yang berasal dari partai dan terlibat dalam kasus korupsi adalah Suryadharma Ali dan Lukman Hakim Saifuddin. Keduanya berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suryadharma yang saat itu menjabat sebagai Ketua
Umum PPP telah terbukti menyalahgunakan wewenangnya sebagai menag dalam kasus korupsi ibadah haji tahun 2010-2013. Suryadharma divonis enam tahun penjara dan dikenakan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan penjara, serta membayar
uang pengganti Rp1,8 miliar.
 
Sementara Lukman hingga kini memang belum terdapat bukti terlibat langsung dalam dugaan kasus suap lelang jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019. Kasus tersebut melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Jika Lukman terbukti, maka ini menjadi kasus ketiga yang menyeret tiga Menag. Sebelum Suryadharma, sudah terlebih dahulu Said Agil Munawar terlibat praktik hitam. Namun Said Agil bukan berasal dari partai politik.
 
Lebih jauh jika ini terjadi, JK menyayangkan sudah ada tiga menteri agama yang terlibat dalam kasus korupsi di Indonesia.
 
"Sebenarnya kalau kasus menteri agama (korupsi) ini
sayang juga, ini ketiga kalinya, Said Agil Munawar itu yang pertama tahun 2001. Kita sangat prihatin, tapi mudah-mudahan (Lukman) tidak (terlibat)," jelas JK.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif