Pemerintah Jamin Seleksi CPNS Bersih dari Calo

Dero Iqbal Mahendra 10 Oktober 2018 08:25 WIB
pendaftaran cpnsseleksi cpns
Pemerintah Jamin Seleksi CPNS Bersih dari Calo
Ilustrasi CPNS. MI/Ramdani
Jakarta: Pemerintah memastikan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 bersih dari praktik calo. Itu karena semua proses telah terintegrasi melalui sistem dalam jejaring (online).

"Tidak ada celah bagi calo. Kalau ada yang menawarkan jasa, itu omong kosong, jangan percaya. Semua pakai sistem sekarang," tegas Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dalam Diskusi Leader's Talk di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurutnya, praktik percaloan terkait dengan seleksi CPNS tidak akan terjadi lagi pada tahun ini. Apalagi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah bekerja sama dengan Polri untuk melakukan pengamanan seleksi CPNS 2018.


Senada dengan Moeldoko, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-Rebiro) Setiawan Wangsaatmaja berharap seleksi CPNS kali ini bersih dari oknum-oknum berkepentingan.

"Saya ingin aparatur sipil negara (ASN) ini clear. Menpan-Rebiro juga melakukan langkah serius untuk tingkatkan kualitas ASN seperti sistem CAT, perkuat pengawasan sistem, dan reward and punishment yang tegas," tandasnya.

Kualitas jadi kunci

Sekretaris Kemenpan-Rebiro Dwi Wahyu Atmaji menjelaskan pengadaan CPNS untuk mendapatkan SDM yang berkualitas menjadi kunci pengembangan birokrasi. "Kita tahu negara mana pun bisa maju antara lain karena birokrasi yang baik, efektif, efisien, dan mampu menelurkan kebijakan yang berkualitas, serta mampu mengeksekusi dengan efektif dan efisien," katanya.

Baca: CPNS Diimbau Hindari Iming-Iming Oknum

Menurut Dwi, dengan birokrasi yang baik tersebut, Indonesia dapat mengatasi ketertinggalan dari negara-negara lain. Dia menambahkan kebijakan yang berkualitas ialah kebijakan yang sesuai dengan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Untuk mencapai birokrasi yang efektif dan efisien itu, salah satu upayanya ialah dengan memiliki SDM untuk ASN yang berkualitas. "Pilar dari manajemen ASN ialah implementasi dari sistem merit, berbagai kebijakan manajemen SDM didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, kinerja," ujar Dwi.

Pengadaan CPNS, ujar Dwi, menjadi salah satu proses dasar yang penting untuk pengembangan birokrasi berkualitas ke depan. "Kita harus benar-benar melakukan seleksi," imbuhnya.

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang proses rekrutmen CPNS 2018 bertopik ASN Profesional bukan hanya Mimpi. Beberapa kementerian dan lembaga membuka pendaftaran ASN sejak 26 September hingga 15 Oktober 2018.

Sebanyak 238.015 formasi calon pegawai negeri sipil dibuka tahun ini dengan lokasi tes tersebar di 873 daerah seluruh Indonesia. Hingga Senin (8/10), total akun pelamar yang ikut seleksi CPNS sekitar 3,725 juta orang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan seleksi CPNS 2018 kepada Kemenpan-Rebiro.

"Kemendikbud berkomitmen untuk selalu dapat membantu proses pengadaan CPNS secara akuntabel dan transparan sehingga dapat diperoleh calon ASN yang profesional, berintegritas, dan berwawasan global," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id