DPR Perlu Gebrakan Baru
Gedung DPR MPR. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: DPR dinilai perlu melakukan gebrakan baru. Sebab, tingkat kejenuhan publik kepada anggota DPR yang sekarang ini relatif tinggi.
 
Pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, penggunaan anggaran dan fasilitas yang digunakan angota dewan kerap menjadi sorotan masyarakat. Tingkah laku dan kinerja anggota dewan juga menjadi perhatian publik.
 
“Memang sudah sewajarnya bangsa ini ingin punya wakil rakyat yang tidak boros dalam penggunaan anggaran,” kata Ray, Minggu, 28 Oktober 2018.
 
Ray tidak kaget dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin membuat gebrakan baru jika berhasil duduk di Parlemen. Menurutnya semua hal yang baik patut didukung.
 
Ray mengimbau parpol lama yang duduk di DPR tak perlu risih dengan gebrakan PSI tersebut. Gebrakan itu muncul karena partai partai lama seperti sudah kehilangan ide. Yakni ide perubahan, ide perbaikan dan ide-ide yang bisa menjadi harapan publik.
 
"Kritik PSI itu enggak perlu diledekin oleh anggota DPR. Itu hanya bisa dilawan oleh argument-argumen yang rasional, tapi bagaimana pun ini ide cerdik PSI, tema ini (gerbrakan bersih-bersih)," ujarnya.
 
Menurut Ray wajar saja jika gebrakan PSI menarik simpatik masyarakat dan untuk menaikkan elektabilitas. Sebab, PSI partai baru yang minim dari perhatian publik dibanding partai lama.
 
Meski demikian, kata Ray, cara rekrutmen caleg PSI memang ketat. Sehingga, terobosan bersih-bersih DPR ala PSI merupakan kelanjutan dari seleksi caleg PSI yang transparan.
 
"Memang tingkat kejenuhan publik kepada anggota DPR yang sekarang ini cukup tinggi. Jadi kalau mereka (PSI) melihat peluang dan mengkampanyekan diri supaya masyarakat memilih mereka," ucapnya.
 
Menurut Ray partai lama akan sulit menerima gebrakan yang diinginkan PSI. Pasalnya, jika menyetujui, keuntungan elektabilitas bakal diraih PSI. Selain itu, partai lama saat ini masih mengandalkan biaya dari negara dan kader.
 
"Karena mereka (parpol) hidup dari situ, hidup dari anggaran negara. Oleh karena itu mereka enggak mau anggaran negara turun. Memang hidupnya dari situ. Kalau biaya negara semakin kecil, mereka akan dapat dana makin kecil juga," paparnya.

Baca: Fatamorgana Kinerja DPR

PSI lolos mengikuti Pemilu 2019 mendatang dengan modal kader dan calon legislatif (caleg) yang dikenal generasi muda. Partai pimpinan Grace Natalie ini ingin membuat gebrakan baru jika berhasil ke duduk di Senayan.
 
Juru Bicara Bidang Kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menilai anggota dewan selama ini mendapat fasilitas yang berlebihan. Di antaranya, kunjungan kerja, reses, studi banding, dan lain-lain. Para anggota DPR juga mendapat uang yang dirancangnya sendiri.
 
"Fasilitas uang ini sifatnya langsat sehingga begitu menggoda untuk tidak diambil. Itu (uang) halal karena mereka sendiri yang merancang aturan-aturan tersebut," kata Dedek.
 
Tetapi faktanya, menurut Dedek, ketika dirinya blusukan ke daerah pemilihannya (dapil), masyarakat sekitar mengaku tidak pernah ada anggota dewan yang datang ke daerah tersebut.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id