Webinar berjudul 'Persiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru' via aplikasi Zoom. Istimewa.
Webinar berjudul 'Persiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru' via aplikasi Zoom. Istimewa.

Indonesia Disebut Siap Menuju Digital Society 5.0

Nasional Kominfo Virus Korona
Medcom • 05 Juni 2020 21:45
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) disebut memiliki dampak positif terhadap warga Indonesia. Warga sekarang lebih banyak berdiam diri di rumah dan membatasi interaksi sosial secara langsung.
 
Masyarakat Indonesia bahkan tanpa disadari bahkan tengah melakukan percepatan transformasi digital untuk memasuki digital society atau masyarakat digital 5.0.
 
"Ada sisi lain dari pandemi covid-19, yakni percepatan transformasi digital, mendorong masyarakat memasuki digital society 5.0 seperti yang sudah dilakukan di Jepang. Sekarang kita tinggal memperkuat regulasi untuk memenuhi syarat memasuki era transformasi digital," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate saat menjadi keynote speaker dalam webinar berjudul 'Persiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru' via aplikasi Zoom, Jumat, 5 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tugas pemerintah dan DPR, kata Jhonny harus mempercepat proses legislasi payung hukum transformasi digital. Antara lain memprioritaskan penguatan UU Perlindungan Data Pribadi dan UU Kriminal Siber.
 
Jhonny mengatakan sembari berjalan menuju Society Digital 5.0, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah terpencil hingga tataran desa. Menurutnya, masih terdapat desa yang menjadi blackspot karena belum mendapat fasilitas jaringan internet.
 
Fase Krusial
 
Jhonny mengatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi fase krusial selama berhadapan dengan wabah covid-19. Setelah melakukan tahapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kini Indonesia mulai menapaki kenormalan normal atau new normal. Pemerintah sangat memperhatikan kepentingan masyarakat dari sisi medis dan non medis.
 
"Situasi normal dibutuhkan untuk menjaga produktivitas masyarakat, di saat yang sama kita juga harus aman dari penyebaran covid-19," kata dia.
 
Jhonny mengatakan pemerintah sangat memperhatikan indikator-indikator kesehatan masyarakat sesuai standar WHO. Dia mengimbau masyarakat menjaga kedisplinan dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan.
 
Dia berharap tokoh-tokoh masyarakat, ulama membantu pemerintah mendorong masyarakat tetap disiplin selama masa new normal. Sedangkan, peneliti Kesehatan juga didorong untuk terus bekerja supaya segera menemukan vaksin covid-19.
 
"Dan paling penting adalah media, dalam rangkan transmisi informasi, agar masyarakat tahu, paham dan menyetujui dan melaksanakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah secara disiplin," ujar Jhonny.
 
Baca: Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi Saat Masa Transisi
 
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Widodo Muktiyo menilai masyarakat saat ini sudah cukup disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di masa PSBB. Tantangan pemerintah saat ini lebih berat lagi karena harus mendorong kedisiplinan masyarakat yang sudah mulai diperbolehkan untuk berinteraksi sosial di tempat umum.
 
Per hari ini misalnya, warga di Jakarta sudah mulai kembali melaksanakan salat Jumat berjamaah di masjid-masjid. Oleh karenanya, dia berharap masyarakat tetap patuh dan tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, kantor, pasar, dan lain-lain saat menjalankan protokol pencegahan covid-19 dengan ketat.
 
"Masyarakat itu kalau cuci tangan dan pakai masker, sudah tertib. Tapi ketika masuk ke interaksi sosial, di situ menjadi tantangan. Oleh sebab itulah, komunikasi publik yang kita sasar adalah di level komunitas. Semua tempat publik yang berisi komunitas-komunitas kita minta menerapkan protokol pencegahan covid-19 dengan ketat," kata Widodo.
 
Keterlibatan TNI dan Polri
 
Ketua Komisi I DPR RI Meutia Hafiz menyebut pentingnya keterlibatan TNI dalam penerapan masa normal baru. Sesuai dengan salah satu tugas pokok TNI yaitu membantu pemerintah dalam penegakan protokol kesehatan selama pandemi. Aparat TNI akan dilibatkan dalam masa normal baru untuk membantu masyarakat beradaptasi.
 
"Jangan kaget nanti kalau banyak aparat TNI ditemukan di lapangan. Bukan untuk menakut-nakuti warga, tapi membantu pemerintah dalam mendisplinkan masyarakat. Yang tidak pakai masker akan ditegur, yang berkerumun akan dibubarkan oleh TNI", ujar Meutia.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Adies Karding menjelaskan peran Polri dalam menegakkan keadilan dan menegakkan peraturan mengenai protokol masa new normal. "Tugasnya kepolisian untuk mengatur dan memastilan aturan yang dibuat pemerintah berjalan maksimal," kata Adies.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif