Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Struktur Kelembagaan Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Dikritik

Nasional Virus Korona Pemulihan Ekonomi
Anggi Tondi Martaon • 01 Agustus 2020 19:04
Jakarta: Struktur kelembagaan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dikritik. Hierarki badan pengganti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu dinilai bertele-tele.
 
"Kalau dilihat struktur ini multitafsir," kata Ketua terpilih Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman dalam diskusi Iluni UI secara virtual, Sabtu, 1 Agustus 2020.
 
Dedi menuturkan ada tiga komponen jabatan komite yang dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 itu. Yakni, Ketua Komite yang dijabat Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartato dan Ketua Pelaksana Komite yang dijabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick membawahi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang dipimpin Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Sementara, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dipimpin Wakil Menteri BUMN Budi G Sadikin.
 
Dedi menilai struktur kelembagaan Komite Penanganan Covid-19 dan PEN mubazir. Sebab, semua struktur bisa menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
(Baca: Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Rancang Lima Program Utama)
 
Struktur itu justru memperpanjang koordinasi. Sebab, penyampaian laporan dan pengambilan keputusan masing-masing satuan tugas harus melalui beberapa tingkatan, yakni Presiden, Ketua Komite, dan Ketua Pelaksana.
 
"Kalau seperti ini justru akan memperpanjang birokrasi dan tidak akan selincah gugus tugas dalam mengambil keputusan-keputusan," tutur dia.
 
Dia meminta pemerintah meniru Korea Selatan (Korsel) dalam menyusun struktur kelembagaan penanganan virus korona. Lembaga khusus tersebut dikomandoi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
 
"Karena ini sekali lagi bukan bencana alam seperti yang terjadi biasa. Ini bencana kesehatan yang bisa kami sampaikan yang paham betul masalah ini adalah teman-teman Kemenkes," tutur dia.
 
Dedi menyebut Kemenkes Korsel dibantu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kolaborasi kedua lembaga tersebut untuk mengkoordinasikan berbagai kebijakan penanganan covid-19.
 
Kebijakan ini terbukti efesien. Korsel dianggap mampu menangani pandemi virus korona.
 

(REN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif