NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

RUU Ciptaker Jamin Pekerja di Sektor Industri Kreatif

Nasional Omnibus Law
Whisnu Mardiansyah • 17 Maret 2020 00:30
Jakarta: Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law tidak hanya mengatur aspek kesejahteraan buruh dan pekerja kantoran. Lebih jauh, RUU ini juga memperhatikan aspek pekerja di sektor industri kreatif.
 
"RUU Cipta Kerja ini untuk melindungi (pekerja industri kreatif), mulai dari waktu kerjanya, hak atas upah, dan yang penting kepastian untuk mendapat jaminan sosial serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja," ujar Kabag Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Agatha Widianawati, Senin, 16 Maret 2020.
 
Karakteristik pekerja di industri kreatif seperti content creator. Mereka adalah pekerja yang tidak dilandasi hubungan kerja. Artinya mereka bebas tidak terikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekerjaan jensi ini yang sedang digandrugigenerasi milenial di era digital saat ini. Mereka berkarya di sela waktu kesibukan sekolah atau kuliah. Mereka rentan tak mendapatkan hak perlindungan dan jaminan kerja.
 
Baca:RUU Ciptaker Dapat Menjamin Keamanan Investasi
 
"Melihat undang-undang sekarang yang 2013, itu menjadi tidak bisa diakomodasi dengan waktu kerja yang harus 7–8 jam. Sementara mereka tidak akan produktif dengan waktu kerja 7–8 jam. Mereka cukup produktif dengan waktu 3–4 jam saja. Dan mereka tidak perlu bekerja di kantor, cukup di rumah," ujar Agatha.
 
Selain itu, industri kreatif pun erat kaitannya dengan ikatan kerja dengan perjanjian kontrak. Dalam RUU Ciptaker Omnibus Law mengatur bahwa pekerja kontrak berhak mendapatkan kompensasi ketika pekerja maupun perusahaan tidak melanjutkan kontrak.
 
"RUU ini juga mengatur batas-batas maksimal dan minimal. Bagi para pekerja media, apalagi media yang sifatnya menggunakan digital, apalagi yang berkaitan dengan perusahaan itu, harus diperhitungkan hak upah, hak jaminan sosial, hak K3, dan yang paling penting juga kalau dia pekerja kontrak harus diberikan kompensasi. Jadi jangan khawatir, kalau di kontrak itu bukan harga mati bahwa tidak bisa bekerja lagi. Justru pemerintah menciptakan peluang kerja yang lebih dari sekarang," jelasnya.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif