NEWSTICKER
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan. Medcom.id/Nur Azizah
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan. Medcom.id/Nur Azizah

Plus Minus Uji Virus Korona Metode Rapid Test

Nasional Virus Korona virus corona
Anggi Tondi Martaon • 18 Maret 2020 20:43
Jakarta: Pemerintah mempertimbangkan penggunaan metode rapid test untuk menguji virus korona (covid-19) pada spesimen pasien. Sebab, metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.
 
Uji spesimen selama ini dilakukan melalui tes swab, yaitu memeriksa jaringan sel hidung atau tenggorokan. Tes itu hanya bisa dilakukan di 134 rumah sakit rujukan untuk virus korona.
 
Sementara, rapid test melihat kondisi imunoglobulin pada darah seseorang. Keuntungannya, metode rapid test tidak membutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level 2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga bisa dilaksanakan semua laboratorium kesehatan yang ada di RS yang ada di Indonesia," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto saat konfrensi pers di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Petugas Kekurangan Alat Pelindung Kesehatan
Grafis Medcom.id
 
Baca: Pasien Korona Meninggal di Indonesia Melonjak Jadi 19 Orang
 
Rapid testmemiliki kekurangan. Sebab hanya bisa dilakukan pada seseorang yang sudah terjangkit korona selama satu minggu.
 
"Kalau belum terinfeksi, atau terinfeksi kurang dari seminggu kemungkinan pembacaan imunoglobulin memberikan gambaran negatif (korona)," ungkap dia.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, metode rapid test juga harus ditopang pemahaman masyarakat terkait isolasi diri. Jika penderita merasakan gejala, mereka harus mengisolasi diri (self isolation) di rumah.
 
"Tentu harus dimaknai, pemeriksaan melalui rapid ini dimaknai bahwa yang bersangkutan memiliki potensi menularkan penyakitnya kepada orang lain. Oleh karena itu yang paling penting dalam konteks ini adalah isolasi diri," ujar dia.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif