Ilustrasi survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) terkait Pilgub Kepri.
Ilustrasi survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) terkait Pilgub Kepri.

Petahana Dinilai Berpeluang Maju di Pilgub Kepri

Nasional Pemilu Serentak 2020
Medcom • 15 Januari 2020 13:03
Batam: Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto berpeluang maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Kepri 2020. Petahana diklaim memiliki elektabilitas cukup tinggi.
 
Pemerhati Pilkada Kepri Irfan Dinata mengatakan hanya ada dua nama yang berpotensi maju dalam Pilgub Kepri. Mereka yakni Isdianto dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau periode 2010-2015, Soerya Respationo. Namun, Irfan menilai peluang Isdianto untuk menang lebih besar ketimbang Soerya.
 
Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada Desember 2019, elektabilitas Wali Kota Batam Muhammad Rudi masih yang tertinggi di Kepri dengan 28,8 persen, Soerya berada di kisaran 16,6 persen, dan Isdianto 15,2 persen. Posisi Soerya dan Isdianto hanya terpaut 1,4 persen dalam arsir margin of error.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu menunjukan kalau elektabilitas Soerya Respationo sebenarnya tidak meyakinkan, padahal yang bersangkutan merupakan tokoh lama dan ikut serta dalam beberapa pilkada terakhir secara berturut. Sementara saat yang sama, Isdianto sebagai tokoh baru justru memiliki potensi elektabilitas yang tinggi, padahal yang bersangkutan baru beberapa bulan menjadi plt gubernur," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Di sisi lain, Irfan menyakini Muhammad Rudi yang memiliki elektabilitas tinggi di Kepri tak akan maju dalam pilgub. Pasalnya, Muhamamd Rudi telah memutuskan maju di Pilwakot Batam meneruskan pembangunan yang masif dan diakui sukses oleh banyak pihak.
 
Dengan begitu, Irfan menilai tokoh kuat yang akan maju di Pilgub Kepri hanya Soerya dan Isdianto. Sementara itu, tokoh lama yang diisukan maju dalam Pilgub Kepri, seperti eks Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, dan eks Bupati Kepulauan Riau Huzrin Hood dipandangnya kurang memiliki perkembangan elektabilitas memadai.
 
"Saya kira partai politik akan membaca peta itu secara seksama dan karenanya mungkin saja partai-partai yang pernah mengusung Muhamamd Sani, kakak kandung Isdianto, di pilkada lalu akan melirik Isdianto di pilkada kekinian," pungkas dia.

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif