Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate. Foto: Medcom.id/Arga
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate. Foto: Medcom.id/Arga

Pembentukan Kabinet Belajar dari Periode Pertama

Nasional koalisi partai
M Sholahadhin Azhar • 01 Juli 2019 12:35
Jakarta: Konfigurasi kabinet Joko Widodo di periode kedua tak akan sembarangan. Penyusunan pembantu Presiden akan belajar dari periode pertama.
 
"Kita punya pengalaman juga dengan anggota koalisi yang masuk keluar," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate kepada Medcom.id, Senin, 1 Juli 2019.
 
Plate mengatakan partai koalisi menghormati hak prerogatif Presiden. Presiden juga diyakini akan menghargai partai koalisi dalam menentukan kabinet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, partai koalisi tak bisa dipisahkan dari kinerja Presiden. Partai koalisi juga akan ikut mendukung dan mengawal pemerintahan lima tahun ke depan.
 
"Kabinet yang bongkar pasang, bukan koalisi bongkar pasang," ujar dia.
 
Johnny tak ingin pengalaman 2014 terulang, ketika NasDem bersama PDI Perjuangan memenangkan Jokowi, ada partai lain yang bergabung. Namun, partai tersebut kemudian keluar dari koalisi.
 
Ia tak mau memerinci partai mana yang dimaksud, hanya hal seperti ini harus menjadi perhatian. Meski pada dasarnya Johnny tak keberatan.
 
"Kalau mau masuk lagi enggak masalah juga, tapi memastikan soliditas kabinet itu, memastikan pemerintah jauh lebih kuat," kata dia.
 
Johnny membeberkan keterbukaan NasDem pada partai di luar koalisi. Untuk kebaikan demokrasi dan penyelenggaraan sehat, tak bisa semuanya dijejalkan di kabinet.
 
"Gerindra dan PKS sebagai koalisi utama Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu lebih terhormat dan baik bagi sehatnya demokrasi kalau ada di luar dan memimpin koalisi pengawas," tegas dia.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif