Anggota Panja Jiwasraya Komisi VI DPR Andre Rosiade. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Anggota Panja Jiwasraya Komisi VI DPR Andre Rosiade. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Panja Jiwasraya Bakal Panggil Tersangka

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 27 Januari 2020 14:33
Jakarta: Panitia kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI DPR berencana memanggil para tersangka dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Langkah tersebut untuk memenuhi harapan masyarakat.
 
"Ini kan baru rencana, kalau sudah diputusakan, pimpinan Komisi VI akan komunikasi dengan pimpinan Komisi III. Secara informal panja Komisi III sudah mengetahui (rencana pemanggilan tersangka), tapi secara formal belum," ujar anggota Panja Jiwasraya Komisi VI DPR Andre Rosiade kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 27 Januari 2019.
 
Andre menuturkan pihaknya akan menggali keterangan tersangka dari kasus rasuah yang merugikan negara Rp13,7 triliun. Terutama benar tidaknya para mantan pimpinan Jiwasraya menerima sejumlah uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah betul cara mengelolanya, apakah benar mereka pakai strategi ponzi (penipuan yang memikat investor dan membayar keuntungan kepada investor sebelumnya dengan dana dari investor yang baru). Banyak kita gali dan dalami dari mereka," papar dia.
 
Politikus Gerindra itu menyebut kejelasan waktu pemanggilan akan diputuskan setelah Panja Jiwasraya Komisi VI memanggil Menteri BUMN Ercik Tohir dan jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya Rabu, 29 Januari 2020. Pihaknya juga akan meminta masukan pengamat asuransi hingga investasi.
 
"Besok kita panggil tiga orang itu para pakar. Salah satunya ketua dewan asuransi Indonesia, juga pakar asuransi Bonar Sinaga, satu lagi pakar inventasi saham," beber dia.
 
Kejagung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.
 
Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif