Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen Istana Kepresidenan.

Jokowi Hanya Akan Gandeng Gerindra ke Koalisi

Nasional koalisi partai Kabinet Jokowi
Damar Iradat • 21 Oktober 2019 04:00
Jakarta: Ketua Umum Kelompok RelawanJokowi Mania, Imannuel Ebenezer mengatakan Presiden Joko Widodo hanya akan menerima Partai Gerindra ke dalam koalisi pemerintah untuk lima tahun ke depan. Menurut Immanuel, Jokowi tak ingin membuat iklim demokrasi rusak karena mengakomodir semua permintaan partai oposisi.
 
"Presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk (koalisi)," kata Imannuel usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.
 
Dalam pertemuan itu, menurut Imannuel, Jokowi memastikan hanya Gerindra, di luar partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf yang masuk dalam koalisi. Menurut dia, Jokowi menyebut, tidak baik jika semua partai masuk dalam barisan pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imannuel mengatakan, semua relawan yang hadir memahami dan menerima keputusan yang diambil Jokowi. Meskipun, ia pribadi kecewa, karena Gerindra merupakan partai yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu.
 
"Presiden punya pertimbangan pertimbangan rasional. Itu sudah pilihan yang terbaik. Karena bangsa ini kan butuh rekonsiliasi," kata Imannuel.
 
Sebelumnya, tiga partai oposisi disinyalir bakal merapat ke koalisi pemerintah. Tiga partai itu yakni; Gerindra, PAN, dan Demokrat.
 
Isyarat tersebut ditandai dengan pertemuan ketua umum masing-masing partai dengan Jokowi beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Jokowi sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Selang sehari, giliran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menemui Jokowi di Istana. Kemudian giliran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sowan ke Istana Merdeka pada Senin, 14 Oktober 2019.
 
Kehadiran ketiga ketua umum partai oposisi itu mengisyaratkan pemerintah bakal merangkul ketiganya dalam koalisi. Apalagi, seusai Pemilu 2019, tanda-tanda ketiga partai itu bergabung dengan pemerintah sudah tampak sangat jelas.
 
Jokowi dalam konferensi pers bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Oktober 2019 juga mengisyaratkan hal serupa.
 
"Kami berbicara banyak mengenai kemungkinan Gerindra masuk ke koalisi. Tapi belum final," tutur Jokowi saat itu.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif