Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (kedua dari kanan). Foto: Fikri Yusuf/Antara
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (kedua dari kanan). Foto: Fikri Yusuf/Antara

Bupati Klungkung Mundur dari Gerindra

Nasional partai gerindra
Arnoldus Dhae • 24 Mei 2019 09:22
Denpasar: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta resmi mundur dari Partai Gerindra. Alasannya, Suwirta merasa tidak nyaman atas berbagai tudingan dari pengurus Gerindra Klungkung.
 
Suwirta merasa sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Gerindra. Dia juga dikeluarkan dari grup Whatsapp DPC Gerindra Klungkung.
 
"Saya keluar, karena saya tidak diinginkan lagi di Partai Gerindra. Terbukti setelah saya dikeluarkan ada pernyataan akan bersih-bersih, saya mungkin jadi beban di Partai Gerindra,” kata Suwirta, Kamis, 23 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suwirta yang selama ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Partai Gerindra mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPC Gerindra melalui kurir. Dalam surat pengunduran diri tersebut, Suwirta menyatakan mundur dari Gerindra karena akan fokus menjadi Bupati Klungkung.
 
Suwirta mengaku tidak akan masuk ke partai mana pun, dan tetap mengabdikan diri untuk Kabupaten Klungkung sebagai bupati. Dia berterima kasih atas kerja sama selama ini dan meminta maaf ke Gerindra. Dia mengajak Gerindra ikut membangun Klungkung.
 
Ketua DPC Gerindra I Wayan Baru menilai keluarnya Suwirta merupakan hal biasa. Namun, dia menyayangkan Suwirta tidak menyerahkan sendiri surat pengunduran dirinya.
 
“Itu hak masing-masing orang, tapi kayaknya kurang elegan, seorang Bupati mengundurkan diri surat dengan mengutus orang lain dan bukan bawa sendiri suratnya,” kata Baru.
 
Baru mengungkit peran Gerindra dibalik keberhasilan Suwirta kembali memimpin Klungkung. Menurut dia, tanpa Gerindra dan partai pengusung lainnya, Suwirta tak akan bisa menjadi bupati, kecuali maju lewat jalur independen.
 
Dia juga heran dengan alasan Suwirta yang mundur karena merasa tidak dibutuhkan lagi oleh Gerindra. Sebab, dia selama ini belum pernah menyampaikan itu kepada Suwirta.
 
“Tidak ada hubungan sama sekali, WA itu tolong bedakan, tidak ada korelasi kesana, kecuali saya yang panggil sebagai Ketua DPC bilang tidak butuh, saya bilang juga tidak, jangan hanya tafsirkan saja,” pungkas dia.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif