Rommy: Atribut Demokrat juga Bertebaran di Monas

Arga sumantri 25 September 2018 16:32 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Rommy: Atribut Demokrat juga Bertebaran di Monas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy. Foto: MI/Panca.
Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walk out saat deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta Pusat. Atribut partai politik yang bertebaran jadi alasan SBY tak mengikuti acara hingga tuntas.
 
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menilai seharusnya polemik atribut tidak bisa jadi alasan SBY walk out. Sebab, Rommy yang mengaku ada di belakang rombongan SBY kala itu juga melihat banyak bendera Partai Demokrat.
 
"Atribut Partai Demokrat bertebaran juga di sana cuma memang tidak semeriah partai lain," kata Rommy di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 25 September 2018.
 
Rommy menduga kurang meriahnya bendera Demokrat saat itu membuat SBY kecewa. Namun, dugaan Rommy lainnya yakni soal protokol pengamanan terhadap SBY sebagai mantan Presiden.
 
"Saya melihatnya lebih karena pengaturan protokol yang barangkali dianggap tidak sepatutnya untuk seorang mantan presiden," ungkapnya.

Baca: SBY Walk Out dari Kampanye Damai

Kalau alasan SBY soal protokol pengamanan, Rommy sepakat. Ia menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara harus mengevaluasi prosedur pengamanan terhadap ketua umum partai politik mantan presiden seperti SBY dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
 
"Semestinya ada protokol yang memberikan tempat kepada Pak SBY berbeda dengan kita-kita ketum parpol yang memang belum pernah jadi presiden," ujarnya.
 
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan SBY kecewa dengan peraturan Ketua KPU Arief Budiman. Menurutnya, peraturan menggunakan pakaian adat tidak tegas diterapkan oleh KPU. Hal itu pula yang membuat SBY walk out dari deklarasi kampanye damao.
 
"Partai Demokrat juga Pak SBY protes keras terhadap KPU dalam rangka deklarasi ini. Banyak sekali aturan main yang tak disepakati awalnya (oleh partai pendukung Jokowi-Ma'ruf). Kita sepakat pakaian adat saja, damai dan tidak membawa partai apalagi membawa atribut partai," kata Hinca di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 23 September 2018.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id