Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi

Wapres Perintahkan Kepala Daerah Prioritaskan Pencegahan Stunting

Nasional stunting maruf amin
Emir Chairullah, Media Indonesia.com • 21 Oktober 2020 18:26
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin memerintahkan seluruh kepala daerah untuk menjadikan program pencegahan stunting sebagai prioritas pembangunan. Komitmen para kepala daerah baik bupati maupun wali kota penting untuk melakukan percepatan pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
 
"Dengan komitmen yang kuat dari kepala daerah, pencegahan stunting dapat dijadikan sebagai prioritas pembangunan," kata Ma'ruf dalam Rapat Koordinasi Teknis Nasional Percepatan Pencegahan Stunting secara daring, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Ma'ruf menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mencegah stunting harus sejalan dengan pemerintah pusat. Dia mencontohkan target Presiden Joko Widodo bisa menurunkan angka stunting secara nasional sebesar 14 persen hingga 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Target ini harus kita capai bersama melalui konvergensi antarprogram dan pelaku baik di pusat maupun daerah hingga tingkat desa," kata dia.
 
Menurut Ma'ruf, tantangan dalam program pencegahan stunting adalah memastikan program dengan alokasi dana dari pemerintah bisa tepat sasaran. Sebab, sudah banyak program yang dijalankan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sesuai tugas serta kewenangan mereka dalam pengentasan stunting.
 
"Tapi yang menjadi tantangan adalah bagaimana memastikan, seluruh program yang alokasi anggarannya berasal dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maupun sumber-sumber lainnya dapat terintegrasi sampai di wilayah sasaran," ucap dia.
 
Ma'ruf mencontohkan banyaknya program dan kegiatan yang dibiayai berbagai sumber anggaran untuk pencegahan stunting di daerah sampai tingkat desa. Namun dalam pelaksanaannya, seringkali tidak semua program yang digagas dilaksanakan oleh wilayah-wilayah tersebut.
 
"Seringkali satu wilayah atau desa, menerima satu program dari satu kementerian yang fokus pada intervensi gizi spesifik, tetapi tidak menerima program dari kementerian lainnya yang fokus pada intervensi gizi sensitif," kata dia.
 
Baca: Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Bisa Turunkan Stunting
 
Bagi Ma'ruf, salah satu penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik, yaitu intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif adalah intervensi pendukung seperti penyediaan air bersih, dan sanitasi.
 
Ma'ruf mengatakan berbagai literatur menyebutkan bahwa intervensi gizi sensitif memiliki peran lebih besar, yakni sebanyak 70 persen dalam upaya penurunan stunting. Ma'ruf berharap konvergensi atau penyatuan berbagai program dilakukan sebagai upaya memastikan program-program intervensi yang dapat diterima dan dimanfaatkan di satu wilayah.
 
"Tujuannya agar masing-masing program bersinergi untuk penurunan prevalensi stunting. Hal ini diperlukan karena sesungguhnya sebagian besar program intervensi tersebut telah tersedia tetapi belum konvergen," kata dia.
 
Ma'ruf mengungkapkan saat ini ada 23 kementerian/lembaga di tingkat pemerintah pusat yang terlibat dalam program pencegahan stunting. Dia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program penurunan angka stunting tidak egois.
 
"Setiap lembaga yang terlibat diminta untuk menghilangkan ego sektoral, karena konvergensi butuh kerja sama antar pihak," tegas dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif