KPU Atur Ulang Pemutakhiran Data Pemilih Sulteng
Ketua KPU Arief Budiman--Antara/Aprilio Akbar
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah turut berimbas kepada tahapan pemilu 2019. KPU terpaksa menghentikan sementara proses pemutakhiran daftar pemilih tetap (DPT) di daerah terdampak bencana.

"Ini belum sampai tahapan distribusi logistik, pemungutan suara juga belum. Tapi kalau tahapan pemutakhiran data iya (terganggu)," kata Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Oktober 2018.

Arief mengatakan hingga kini petugas pemutakhiran data pemilih di empat daerah terdampak bencana belum bisa bekerja lantaran akses jalan dan administrasi pemerintahan di sana belum pulih. Empat daerah itu adalah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.


Arief belum bisa memastikan sampai kapan KPU akan menunda proses pemutakhiran data di empat daerah tersebut. Semua itu tergantung pada proses pemulihan sarana pascagempa 28 September 2018 silam.

Oleh karena itu, KPU mempertimbangkan untuk mengatur ulang waktu pemutakhiran data pemilih di empat daerah tersebut.

"Nanti saya akan bicara dengan Bawaslu dulu, kalau perlu diatur jadwal tersendiri maka akan kami atur," tutur Arief.

Berdasarkan data KPU pertanggal 16 September 2018, KPU Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan DPT pada Pemilu 2019 sebanyak 1.886.810 jiwa, terdiri dari 959.571 pemilih laki-laki, dan 927.239 pemilih perempuan. Jumlah tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Di Kota Palu, KPU menetapkan jumlah DPT sebanyak 215.667 jiwa, sedangkan di Kabupaten Sigi, KPU menetapkan 158.351 pemilih. Di Kabupaten Donggala, KPU menetapkan 198.711 pemilih, sementara di Kabupaten Parigi Moutong, KPU menetapkan jumlah pemilih sebanyak 297.739 jiwa.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id