Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Mahyudin (Foto:MI/M Irfan)
Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Mahyudin (Foto:MI/M Irfan)

Sosialisasi 4 Pilar Diperlukan untuk Menangkal Paham Radikal

Nasional berita mpr
Anggi Tondi Martaon • 26 Januari 2016 18:33
medcom.id, Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Mahyudin meminta peran aktif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat paham dan ideologi bangsa yang terangkum dalam 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI).
 
Dengan demikian, paham radikal dan terorisme diharapkan tidak punya ruang untuk berkembang.
 
"Paham kebangsaan setiap individu perlu diperkuat untuk menghindari fenomena tersebut. Hal itu bisa dilakukan melalui kegiatan sosialisasi 4 Pilar kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Wakil Ketua MPR RI Mahyudin di ruangan pimpinan MPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2016)‎.‎

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, MPR masih terkendala dengan keterbatasan jumlah anggota, sehingga sosialisasi 4 Pilar baru bisa dilakukan di instasi pemerintah dan pendidikan.

"‎Kita baru bisa menyampaikan sosialisasi ke kampus, sekolah, masyarakat yang jumlahnya masih terbatas. Kita harus bekerja sama dengan semua pihak untuk menjaga warga negara agar tidak terganggu dengan paham-paham yang bersifat radikal dan sesat demi keamanan bangsa kita," kata Mahyudin.
 
Dijelaskan Mahyudin, MPR merupakan lembaga negara yang mempunyai ‎kewenangan tertinggi sesuai amanat Undang Undang (UU), bertugas mensosialisasikan 4 Pilar agar warga Indonesia terhindar dari pengaruh paham sesat dan radikalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.
 
"Nah, memang dari situ kita fokus untuk menyampaikan paham kebangsaan apa yang diatur dalam Pancasila. Kemudian, kita juga memberikan tentang ideologi negara, sehingga masyarakat kita tidak terbawa aliran-aliran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945," ujar Mahyudin.
 
Pada Januari 2016, bangsa ini dikejutkan keberadaan Gafatar dan bom Thamrin di Jakarta. Kedua kejadian tersebut merupakan bukti bahwa warga masih rentan disusupi paham sesat dan radikalisme.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif