Dukungan Islam Semakin Kuat Bila Jokowi Gandeng Mahfud
Mantan Ketua MK Mahfud MD. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Presiden Joko Widodo dapat mengatasi masalah besarnya jika memilih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi calon wakil presidennya. Masalah besar itu adalah fitnah yang ditujukan pada Jokowi dan pemerintahannya hingga terbentuk opini seolah-olah pemerintahannya tidak dekat dengan umat.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto menyampaikan, jika memilih Mahfud MD sebagai cawapres pendampingnya pada Pemilu 2019, dukungan terhadap Jokowi dari kelompok Islam makin kuat. Kehadiran Mahfud yang berlatar belakang santri dan dekat dengan NU serta Muhammadiyah diyakini dapat mendekatkan pemerintah dengan umat dan sekaligus menepis fitnah politik identitas.

"Karena kita tidak bisa menampik makna santri itu ada di Mahfud MD," kata Gun Gun, dalam sebuah diskusi bertajuk Konstelasi Politik Jelang Pilpres, di Jakarta Pusat, Kamis 19 Juli 2018.


Baca juga: PBNU Diyakini Solid Dukung Jokowi

Menurut Gun Gun, Mahfud MD juga bisa menjadi jawaban dari alotnya komunikasi partai politik pendukung terkait figur cawapres Jokowi. Pasalnya, semua partai politik pendukung akan berebut kursi cawapres dengan harapan bisa menjadi capres pada Pemilu 2024.

Maka dari itu, kata Gun Gun, Jokowi dan parpol pendukungnya dia yakini bakal memilih figur nonparpol yang bisa diterima semua pihak.

"Orang yang bisa diterima semua, maka Mahfud MD punya posisi di situ,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi Diyakini Umumkan Cawapresnya di Hari Terakhir Pendaftaran

Gun Gun menyampaikan, kelebihan Mahfud MD yang lainnya adalah menguasai hukum tata negara, berpengalaman jadi anggota DPR, dan pernah menjadi Menteri Pertahanan serta Menteri Hukum dan Perundang-Undangan.

Jika kekhawatirannya adalah memerlukan figur yang menguasai isu ekonomi, Gun Gun menyarankan Jokowi menguatkan tim ekonominya dari kalangan profesional untuk menjadi menteri atau tim ekonomi.

"Mahfud MD bisa membantu Jokowi menyelesaikan masalah. Sekarang ini lebih pada bagaimana membuat dukungan itu loyal hingga waktu pemungutan suara," kata dia.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id