NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Caleg Perempuan Masih Kalah Sokongan dana

Nasional pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 20 Februari 2020 16:56
Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) perempuan masih kalah soal sokongan dana kampanye. Masalah ini berdampak pada jumlah legislator perempuan di Parlemen.
 
"Penerimaan dana kampanye perempuan sekitar Rp13,8 miliar sedangkan laki-laki Rp24,1 miliar atau selisih Rp10,3 miliar," kata Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik Pratama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Menurut dia, partai politik biasanya tidak memberi bantuan dana segar. Caleg perempuan hanya dibekali bantuan tidak langsung seperti penyediaan suvenir dan alat peraga kampanye.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal (dana segar) sangat penting membantu aktivitas kampanye perempuan," ucap Heroik.
 
Selain masalah dana, partai politik kerap menempatkan kader wanita di nomor urut tiga dan enam. Hanya di beberapa daerah pemilihan (dapil) partai menempatkan perempuan di nomor urut satu.
 
Heroik mengapresiasi jumlah legislator perempuan berhasil menembus 120 orang di DPR periode 2019-2024. Namun, kata dia, hal itu masih belum memenuhi target 30 persen legislator wanita dari total 575 orang penghuni Kompleks Senayan.
 
Caleg Perempuan Masih Kalah Sokongan dana
Rapat terkait pemilu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
 
Sementara itu, data-data ini didapatkan Perlumen dalam lingkup penelitian Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri. Dapil ini dipilih karena dinilai ramah wanita dan mencakup wilayah di luar Jakarta.
 
Perludem juga menggunakan data sekunder yaitu Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pemilu DPR 2019. Laporan itu diserahkan 16 partai politik peserta pemilihan umum (pemilu) di 80 dapil DPR.
 
Heroik menjelaskan hasil penelitian ini tidak mewakili keseluruhan wilayah DKI Jakarta, apalagi Indonesia. Namun, dia berharap temuan ini memberi gambaran ihwal pentingnya wanita dalam demokrasi Indonesia.
 
"Ini penelitian awal yang perlu dikaji lebih lanjut," tutur Heroik.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif