Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Pemerintah Genjot Produksi PCR Hingga 2 Juta Per Bulan

Nasional penelitian Virus Korona Riset dan Penelitian
Nur Azizah • 22 Juni 2020 13:41
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah melalui PT Bio Farma berhasil memproduksi alat polymerase chain reaction (PCR). PT Bio Farma memproduksi sekitar 50 ribu PCR dalam seminggu.
 
"Dan bisa melipatgandakan produksinya sampai dua juta per bulan," kata Muhadjir di Istana Negara, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.
 
Nantinya, tempat produksi PCR menggunakan gedung yang sebelumnya dijadikan laboratorium vaksin flu burung. Presiden Joko Widodo sudah menyetujui rencana tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti akan dilaksanakan koordinasi antara Menteri BUMN (Erick Thohir) yang membawahkan Bio Farma dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono)," papar dia.
 
(Baca: 10 Unit PCR Lokal dalam Tahap Validasi)
 
Muhadjir mengatakan produksi massal ini bertujuan agar Indonesia tak bergantung pada impor PCR. Terlebih, terlalu banyak jenis PCR membuat reagen tidak kompatibel.
 
Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut tes kit PCR masuk dalam tahap uji validasi dan registrasi akhir di Kementerian Kesehatan. PCR ditargetkan diproduksi massal pada akhir Mei 2020 dan mulai tersedia pada Juni 2020.
 
Bambang menyampaikan kapasitas industri PCR berbasis peptida sintesis mencapai 100.000 unit perbulan. Selain PCR, ada tiga jenis rapid test yang sedang dikembangkan Kemenristek. Namun, butuh satu hingga dua bulan untuk merampungkannya.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif