NEWSTICKER
Diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?'. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Demokrat Bantah SBY Baper Soal Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Fachri Audhia Hafiez • 02 Februari 2020 11:50
Jakarta: Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menepis tuduhan Presiden ke-VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baper terkait permasalahan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). SBY curhat di media sosial.
 
"Kenapa selalu Pak SBY disebut baper? Padahal kalau melihat subtansi yang dituangkan dalam artikel itu bisa ditangkap secara positif," kata Herman dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Herman menuturkan SBY peduli terhadap polemik Jiwasraya. Kasus di perusahaan pelat merah itu dikhawatirkan dapat memicu sistematik krisis di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya ini peringatan ini lampu kuning, jangan dianggap enteng. Ada keresahan dari seluruh nasabah untuk mendapatkan haknya, sampai awal 2020 itu belum ada kepastian apakah para nasabah dapat haknya atau enggak," jelas Herman.
 
Dia juga meminta pembahasan mengenai Jiwasraya berdasarkan data. Herman meminta pihak-pihak tak sekadar menyalahkan kondisi 10 tahun lalu atau saat era SBY.
 
"Buka saja ke publik supaya semua tahu bahwa persoalan kenegaraan tidak boleh ditutupi suatu saat akan meledak. Apalagi ada indikasi bahwa kasus ini terjadi di mana-mana," tutur Herman.
 
SBY buka suara perihal perkembangan terkini kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). SBY menyampaikan sederet penjelasan dalam tulisan berjudul 'Penyelesaian Kasus Jiwasraya akan Selamatkan Negara dari Krisis yang lebih Besar' yang diunggah di akun Facebook resminya, Senin, 27 Januari 2020.
 
SBY awalnya mengaku tak terusik dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dan Kementerian BUMN permasalahan Jiwasraya terjadi pada 2006. SBY, semasa dirinya presiden, menyebut tak pernah dilaporkan terkait krisis keuangan serius di Jiwasraya.
 
Menurut SBY, jebolnya keuangan Jiwasraya terjadi tiga tahun terakhir. SBY mempertanyakan kenapa isu Jiwasraya dibelokkan dan seolah menyalahkan masalah perusahaan tersebut terjadi di era kepemimpinannya.
 
"Kalau memang tak satu pun di negeri ini yang merasa bersalah dan tak ada pula yang mau bertanggung jawab, ya salahkan saja masa lampau," kata SBY.
 
SBY terkejut dengan semangat DPR membentuk panitia khusus (pansus) kasus Jiwasraya. Presiden keenam itu menilai alasan pembentukan pansus untuk menjatuhkan sejumlah tokoh, antara lain eks Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
 
"Presiden Jokowi juga harus dikaitkan. Mendengar berita seperti ini, meskipun belum tentu benar dan akurat, saya harus punya sikap. Sikap saya adalah tak baik dan salah kalau belum-belum sudah main 'target-targetan'," kata SBY.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif