Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Tito Instruksikan Pemda Rajin Bagikan Masker

Nasional mendagri masker Virus Korona
Candra Yuri Nuralam • 15 Agustus 2020 21:39
Jawa Barat: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah aktif membagikan masker dalam program gerakan sejuta masker. Arahan itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk melakukan gerakan bagi masker secara masif kepada masyarakat," kata Tito saat hadiri acara Gerakan Sejuta Masker di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2020.
 
Tito juga meminta kepala daerah terus menyosialisasikan penggunaan masker ke masyarakat. Kepala daerah diminta aktif menyadarkan warga tentang pentingnya kepatuhan akan protokol kesehatan di tengah wabah virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang pemakaian masker yang benar dapat menurunkan resiko terpapar covid-19 secara signifikan," ujar Tito.
 
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, Masruri menyambut baik gerakan bagi-bagi masker ke masyarakat yang sedang digencarkan pemerintah. KNPI bakal bantu menyadarkan masyarakat Kabupaten Kuningan untuk patuh gunakan masker di tengah pandemi.
 
Baca:Mendagri: Masker Kurangi 60 Persen Pontensi Tertular Covid-19
 
"Ini juga menjadi motivasi kita bersama didalamnya termasuk elemen masyarakat terutama elemen kepemudaan. KNPI akan terus mendukung dan juga turut serta dalam mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Kuningan," ujar Masruri.
 
Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten (PCNU) Kabupaten Kuningan, Abdi Syamsu Fatah meminta masyarakat sadar akan protokol kesehatan di tengah pandemi. Menurutnya, wabah ini bakal lebih mudah dihilangkan dengan kesadaran bersama seluruh masyarakat.
 
"Karena wabah virus korona ini masih melanda dunia dan kita semua harus kompak kerjasama secara sinergis dengan pemerintah pusat, provinsi dan daerah," tutur Abdi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif