Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: MI/Susanto.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: MI/Susanto.

Menteri BUMN Diminta Peka Terhadap Sensitivitas Keagamaan

Nasional Virus Korona virus corona
Medcom • 18 Mei 2020 15:00
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir diminta peka terhadap rasa keagamaan publik. Meminta pegawai BUMN masuk H+1 Idulfitri di tengah pandemi korona dinilai tidak tepat.
 
Direktur Said Aqil Siroj Institute Imdadun Rahmat mengatakan, keputusan memulai kerja di kantor H+1 Idulfitri mencerminkan dangkalnya pertimbangan rasa keadilan kaum beragama terutama umat Islam.
 
“Merayakan hari besar keagamaan adalah bagian penting hak dan kebebasan beragama dan berkeyakinan warga negara yang harus dihormati dan dijamin pelaksanaannya. Keputusan masuk kerja tanggal 25 Mei jelas pelanggaran hak asasi atas kebebasan beragama,” kata Imdadun dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imdadun mengatakan, demi memutus rantai covid-19 hampir tiga bulan rumah ibadah termasuk rangkaian ibadah bulan Ramdan terpaksa dilakukan di rumah masing-masing. Bahkan tak jarang penutupan rumah ibadah melibatkan aparat penegak hukum.
 
“Ibadah di rumah tentu merupakan pengorbanan dan kesabaran yang harus diapresiasi. Hingga hari ini pun sesuai instruksi pemerintah pelaksanaan salat Idulfitri masih harus dilakukan di rumah, dan umat Islam harus mentaatinya. Maka ketika ada keputusan kerja kantor sejak tanggal 25 Mei di BUMN, muncul kesan pemerintah meremehkan umat Islam,” ujarnya.
 
Imdadun mengimbau Erick merevisi keputusan tersebut dengan mengundurkan tanggal masuk kantor, beberapa hari setelah Idulfitri.
 
“Jangan sampai hal ini dimanipulasi untuk membentuk opini publik bahwa pemerintah Jokowi-Makruf Amin anti-Islam atau narasi-narasi adu domba yang merusak upaya bersama seluruh bangsa mengatasi krisis akibat pandemi covid 19,” katanya.
 
Imdadun menegaskan, di tengah pandemi covid19, semua warga negara Indonesia apapun latar belakang ras, etnis, agama dan kepercayaannya harus bahu membahu mengatasi situasi krisis ini.
 
Baca:NewNormal, Erick Tohir dan Ganjar Pranowo Siapkan Program Bangkitkan UMKM
 
“SAS Institute berpendapat bahwa pemerintah menunjukan tekad kuat dan bersungguh-sungguh mengatasi pandemi covid 19 dan segala dampaknya. Maka pemerintah perlu terus diberikan dukungan positif. Baik dukungan secara moril, materil maupun dukungan berupa pandangan ilmiah yang berbasis keumatan,” ujarnya.
 
Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengimbau karyawan BUMN yang berusia di bawah 45 tahun untuk mulai bekerja pada 25 Mei 2020. Sedangkan usia di atas 45 tahun diperkenankan tetap bekerja di rumah.
 
Imbauan itu keluar berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020, kebijakan ini dijalankan dengan tetap menerapkan protokol perlindungan karyawan.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini:Medcom.id/corona
 

(FZN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif