Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino/Istimewa
Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino/Istimewa

Mahasiswa Diminta Menjaga Muruah Gerakan Moral

Nasional partai politik minyak goreng Mahasiswa Demonstrasi Korupsi Minyak Goreng
Candra Yuri Nuralam • 21 April 2022 10:04
Jakarta: Mahasiswa diminta menjaga muruah gerakan moral. Gerakan mahasiswa mesti menjadi kritik objektif atas kondisi bangsa saat ini.
 
"Tugasnya (mahasiswa) adalah warisan sejarah untuk meluruskan jalannya pemerintahan," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Arjuna Putra Aldino, melalui keterangan tertulis, Kamis, 21 April 2022.
 
Baca: Harlah ke-62 PMII, Ketua DPR Ajak Mahasiswa Membangun Peradaban

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Arjuna, mahasiswa harus menjaga gerakan agar berlandaskan pengetahuan untuk membedah masalah bangsa. Kemampuan itu, kata dia, wajib dimiliki mahasiswa untuk mengkaji masalah secara komprehensif dan holistik. Sehingga, dapat menemukan masalah pokok atau problem fundamental.
 
"Sehingga bisa menghindarkan diri dari arus yang diciptakan oleh kelompok kepentingan”, kata Arjuna
 
Dia mengatakan masalah saat ini adalah struktur ekonomi-politik yang timpang dan hanya dikuasai segelintir orang. Salah satu contohnya yakni perkebunan sawit yang berujung pada kasus korupsi minyak goreng
 
"Hal ini terjadi pada masalah harga kenaikan minyak goreng dimana perkebunan sawit dikuasasi oleh segelintir korporasi. Ini memperlemah peran negara, tidak boleh diteruskan, harus diinstal ulang," tutur Arjuna
 
Dia mengingatkan gerakan mahasiswa tak terjebak politik praktis atau terlibat merong-rong kekuasaan yang sah. Arjuna tak ingin gerakan mahasiswa menjadi kayu bakar di tengah percaturan politik nasional. Maka gerakan mahasiswa bertujuan melakukan kontrol politik dengan memegang teguh prinsip-prinsip universal seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan perimbangan kekuasaan.
 
“Untuk mengawal rasa keadilan masyarakat dan membenahi masalah yang menimpa bangsa dan kesulitan masyarakat," kata Arjuna
 
Di sisi lain, dia juga meminta partai politik tidak melulu berpikir transaksi kekuasaan. Partai politik harus melakukan perannya sebagai lembaga penghantar suara rakyat.
 
"Jangan sampai hanya sibuk bicara penundaan pemilu, berpikir lima tahunan. Dan terjebak pada logika berebut kursi kekuasaan," kata Arjuna.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif