Jokowi: Biaya Pemilu Besar, Rugi kalau Rakyat Retak
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) di Pameran Layang-Layang Indonesia-India di Monas, Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.
Jakarta: Presiden Joko Widodo tak mau masyarakat terpecah akibat perbedaan sikap politik dalam pilkada maupun pilpres. Apalagi, negara sudah mengeluarkan dana besar untuk menyelenggarakan pesta demokrasi.

"Jangan sampai karena pilihan wali kota, bupati, gubernur, presiden, kita menjadi retak. Gara-gara pesta demokrasi setiap lima tahun. Biaya terlalu besar, rugi besar kita kalau seperti itu," kata Jokowi di Asrama Haji, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 31 Mei 2018.

Jokowi mempersilakan masyarakat menggunakan haknya memilih calon pimpinannya yang terbaik. Namun, ia meminta selepas pemilu, suasana persaingan harus dihilangkan.


Ia tak mau masyarakat termakan bujuk rayu negatif yang membuat hubungan antartetangga retak. Apalagi, bisa bila warga sampai tidak mau saling sapa dengan teman dan antarkampung tak rukun.


Baca: Jokowi Ingatkan Banyak Hoaks jelang Pesta Demokrasi

"Jangan dikompori-kompori para politisi mau. Pakai akal jernih kita. Rugi besar kita. Sekarang kita dilihat bangsa lain itu sangat rukun, bangsa yang sangat santun, ramah. Jangan sampai karena pilihan politik, kita menjadi tidak rukun," pungkas dia.



(OGI)