Saling Tuding Dua Kaki Parpol Koalisi Prabowo-Sandi

Whisnu Mardiansyah 11 September 2018 09:00 WIB
pilpres 2019Prabowo-Sandi
Saling Tuding Dua Kaki Parpol Koalisi Prabowo-Sandi
Ilustrasi. Prabowo Subianto (tengah) dan Wakil Presiden Sandiaga Uno (kanan) serta Agus Harymurti Yudhoyono bersama ketua umum partai politik pendukung di Gedung KPU. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai nampak tidak solid.  Elite-elite partai saling tuding di media sosial bermain politik dua kaki dalam mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Partai koalisi seperti PAN meragukan komitmen Partai Demokrat bakal all out memenangkan Prabowo. Apalagi partai berlogo mercy itu memberikan dispensasi kadernya mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di sejumlah daerah.

Sikap Demokrat ini ditanggapi sinis Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay. Melalui akun twitter pribadinya @salehdaulay, ia menilai pemberian dispensasi kepada kader Demokrat mendukung Jokowi-Ma'ruf tak pantas dilakukan.


Selain tak solid, pendukung Prabowo-Sandi juga cenderung kurang loyal. Padahal, kata Saleh, sebagai bagian dari koalisi semestinya Demokrat memberikan dukungan tanpa terkecuali dan apapun konsekuensinya.

Tudingan Saleh dibalas Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Pria yang sempat menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus itu mengupas ke belakang loyalitas PAN dan PKS. Andi membeberkan PAN dan PKS memiliki catatan politik dua kaki di koalisi-koalisi sebelumnya.

Di Pemilu 2014, PAN mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Seiring kekalahan Prabowo-Hatta, di tengah perjalanan PAN merapat ke kebinet Jokowi-JK..

Begitu pun PKS. Kata Andi, partai ini memiliki catatan politik dua kaki saat pemerintahan SBY-Boediono. Meski sebagai partai pendukung pemerintah pada saat itu, namun sikapnya kerap berseberangan di parlemen. 

"Demokrat tidak ada catatan (politik dua kaki) jangan khawatir," cuit Andi dalam akun Twitter-nya @andiarief_.

Sekjen PAN Eddy Soeparno enggan menanggapi tudingan Andi Arief soal partainya kerap bermanuver politik dua kaki. "Untuk itu saya enggak mau komentar," ucap Eddy di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin 10 September 2018.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono membantah terjadi kekisruhan parpol pendukung Prabowo-Sandi. Ferry menjawab diplomatis. Perbedaan sikap segelintir kader parpol koalisi tak bisa diartikan sebagai bagian politik dua kaki.

Baca: Kader Demokrat Melihat Jokowi-Ma'ruf Lebih Baik

Kata Ferry, kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun tak bisa menghindari fenomena ini. Ia mencontohkan Fadel Muhammad yang notabene adalah kader partai pengusung Jokowi menyatakan diri mendukung Prabowo. 

"Apakah kita menganggap Partai Golkar dua kaki? kan enggak, artinya itu kan merupakan persoalan otonom dari masing-masing partai," ujar Ferry.





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id