Din Syamsuddin Minta Masyarakat Kedepankan Etika dalam Berpolitik

M Sholahadhin Azhar 30 April 2018 07:58 WIB
kekerasan
Din Syamsuddin Minta Masyarakat Kedepankan Etika dalam Berpolitik
Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin--Antara/ M Agung Raharja
Jakarta: Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, menyebut intimidasi di Car Free Day, Minggu, 29 April 2018 menunjukkan perilaku menyimpang. Sebab ada pengabaian etika politik di insiden tersebut.

"Saya enggak membela salah satu pihak, semua pihak. Saya kira ada kecenderungan kita mengabaikan etika politik," kata Din di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu, 29 April 2018.

Ia khawatir jika hal ini dibiarkan akan berlarut. Untuk itu seluruh masyarakat diminta mengedepankan etika dalam berpolitik. Prinsipnya, perbedaan selalu terjadi dan hal tersebut wajar dan biasa ditemui.


Baca: PDIP: CFD Bukan Tempat Melakukan Pemaksaan Politik

Din mengimbau semua pihak mengendalikan diri dan menyuarakan perbedaan di saat yang tepat. "Kalau ada perbedaan aspirasi politik, sebenarnya sah-sah saja. Dan bagusnya hal itu diselenggarakan dengan mekanisme konstitusi, itulah pemilu. Pilpres. Sebelum itu tidak perlu lah," katanya.

Baca: Massa #2019GantiPresiden Diduga Lakukan Intimidasi

Lebih lanjut, tokoh Muhammadiyah ini meminta masyarakat tak menggunakan istilah atau label yang tidak lazim digunakan. Apalagi yang menjelekkan dan sinis pada golongan lain.

"Silahkan berbeda pendapat, itu sah, termasuk pengaitan agama, sah saja. Tapi lebih agama mengaitkan itu pada tataran etika dan moral. Bukan tataran kita terjebak pada fanatisme yang mutlak seperti itu," ujar Din.

Baca: Sandiaga Tegaskan CFD Area Bebas Politik

Konflik ini diminta Din untuk segera diakhiri. Sebab selayaknya pesta demokrasi, semua pihak seharusnya bergembira. Tidak berkutat dalam fanatisme, namun bersuka cita menyampaikan aspirasi. 

"Terhadap pilpres, kita tak menjadi pendukung fanatik tapi menjadi penggembira. Silahkan bergembira dengan dukungan masing-masing," tandasnya.




(YDH)