Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Menag Fachrul Ikuti Arahan Presiden

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Faisal Abdalla • 24 Oktober 2019 12:25
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Jenderal (Purn) Fachrul Razi memastikan akan menaati perintah Presiden Joko Widodo. Hal itu Fachrul sampaikan sebelum bertolak mengikuti sidang paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
 
"Sesuai dengan yang akan diangkat itu ada arahan beliau (Presiden Joko Widodo)," kata Fachrul di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Selain mendengarkan arahan dari Presiden, 34 menteri Kabinet Indonesia Maju juga akan membahas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020 dalam sidang kabinet. "Masalah APBN yang terkait dengan Kementerian Agama," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fachrul belum menjelaskan secara detail pokok-pokok apa yang akan dibahas menyangkut APBN. Namun yang jelas, dia akan lebih dulu fokus membahas program dan kegiatan yang sudah dianggarkan Kemenag di bawah kepemimpinan Lukman Hakim Saifuddin.
 
"Program yang sudah tercantum yang sudah dimasukan ke dalam program APBN kita itu, yang sudah kita ajukan yang lalu," tutur dia.
 
Para menteri dilantik pada Rabu, 23 Oktober 2019. Sebanyak 34 menteri dan empat pejabat setingkat menteri disumpah setelah sebelumnya diperkenalkan langsung Jokowi di depan Istana Merdeka.
 
Posisi Fachrul di kabinet sebagai menag sempat mengundang tanya. Pos itu dalam sepuluh tahun terakhir diisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jauh sebelumnya, kementerian itu dipegang perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah.
 
Namun, di era Presiden Soeharto, Kementerian Agama pernah dua kali dinakhodai tokoh militer. Letnan Jenderal (Purn) Alamsjah Ratoe Perwiranegara menjadi menag pada 1978–1983 dan Laksamana Muda (Purn) dr Tarmizi Taher pada 1993-1998.
 
Fachrul menilai Jokowi punya alasan khusus menunjuknya menjadi menag periode 2019-2024. Tokoh TNI dinilai punya berbedaan dalam bekerja jika dibandingkan dengan tokoh berlatar belakang lain.
 
"Mungkin beliau melihat ada citra kalau militer itu pasti tegas ya dan senang datang ke lapangan dan berdialog langsung di lapangan dan tidak hanya di belakang media," kata Fachrul di Prime Talk Metro TV, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Sikap militer yang tegas dibutuhkan dalam memimpin Kementerian Agama terutama dalam mengambil kebijakan. Namun, mantan Wakil Panglima TNI itu menegaskan bukan berarti di bawah kepemimpinannya Kemenag menggunakan cara-cara disiplin militer.
 
Salah satu tugas besar yang diamanatkan kepadanya yaitu mengatasi radikalisme, ekonomi umat, industri halal, dan penyelenggaraan haji. Mengatasi radikalisme tidak bisa dengan pendekatan-pendekatan militeristik.
 
"Yang saya lakukan paling utama potensi-potensi kita tutup misalnya untuk tingkat pendidikan dan kurikulum kita benahi sehingga tidak ada kurikulum yang mungkin memacu munculnya radikalisme," papar Fachrul.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif