Pernikahan. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal
Pernikahan. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal

Kemensos: Batas Usia Perkawinan untuk Perlindungan Anak

Nasional uu perkawinan
Antara • 19 September 2019 13:01
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) merespons positif pengesahan revisi terbatas Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pembatasan usia menikah bagi lelaki dan perempuan menjadi 19 tahun dinilai dapat menjaga masa depan anak.
 
"Sangat bagus untuk perlindungan anak," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto di Jakarta, Kamis, 19 September 2019,
 
Menurut dia, membiarkan anak menikah di usia muda sama dengan merampas masa depan mereka. Rata-rata anak berusia di bawah 19 tahun belum siap secara psikososial menghadapi pernikahan atau masalah yang akan timbul dalam keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut pembatasan usia minimal 19 tahun bisa berdampak ke hal lain, misalnya terkait dengan pekerja anak. Layanan sosial anak lainnya juga bisa mudah terakomodasi.
 
Sebelumnya, rapat paripurna DPR mengesahkan revisi terbatas UU Perkawinan. Salah satu pasal yang direvisi adalah batasan usia menikah bagi laki-laki dan perempuan dari sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun.
 
Namun, dispensasi bisa diberikan melalui pengadilan yang diajukan orang tua pihak laki-laki dan/atau perempuan dengan disertai alasan-alasan kuat. Pengadilan juga harus menghadirkan calon pengantin laki-laki dan perempuan.
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengapresiasi pengesahan UU tersebut. Aturan ini, kata dia, membuktikan negara hadir untuk generasi masa depan Indonesia.
 
"Negara terus melindungi 80 juta anak Indonesia demi generasi emas di masa depan. Kami mengucapkan terimakasih," ujar Yohana, Senin, 16 September 2019.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif