Presiden Ingin TNI Bisa Mengikuti Perubahan Global

Achmad Zulfikar Fazli 26 November 2018 13:34 WIB
presiden jokowi
Presiden Ingin TNI Bisa Mengikuti Perubahan Global
Presiden Joko Widodo--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Bandung: Presiden Joko Widodo ingin TNI bisa mengikuti perubahan global yang begitu cepat. Terutama perubahan dalam strategi keamanan.

TNI, kata Jokowi, bisa melakukan riset mengenai perkembangan strategi pertahanan dan keamanan ke depan. Misalnya, apakah perlu memindahkan markas-markas ke timur, barat, atau utara.

"Semua memerlukan kajian dan penelitian sehingga segera bisa diputuskan ke mana kita harus melangkah," ujar Jokowi usai pengarahan kepada peserta apel Danrem dan Dandim seluruh Indonesia di Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif), Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 November 2018.


Menurut dia, TNI harus mampu menciptakan strategi besar baru dalam menghadapi perubahan global. Strategi itu pun harus dirancang secara matang.

"Iya, mestinya dengan ada perubahan besar, baik perubahan politik global maupun ekonomi global, direspons dengan sebuah strategi yang besar juga," ucap dia.

Pengalokasian anggaran juga dinilai cukup penting dalam menghadapi perubahan dunia ini. Namun, Jokowi tak menjawab saat ditanya mengenai ada atau tidak penambahan anggaran kepada TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya telah mengusulkan penambahan anggaran menjadi Rp107 triliun dari pagu anggaran yang ditetapkan Kementerian Keuangan Rp106 triliun. Peningkatan anggaran penting untuk penambahan organisasi satuan TNI baru di Sulawesi Selatan, Biak, dan Sorong.

"Pagu anggaran yang sudah disetujui sekitar Rp106 triliun, kemudian kita minta tambahan menjadi RP107 koma sekian triliun," ujar Hadi di sela rapat kerja dengan Komisi I dan Kemhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

TNI membutuhkan tambahan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana di wilayah Indonesia Timur. Hingga saat ini, satuan tersebut belum memiliki gedung dermaga dan perumahan bagi prajurit.

TNI membangun empat satuan baru di wilayah Indonesia Timur, yakni Divisi Infanteri 3/Kostrad di Makassar, Koarmada III di Sorong, Koopsau III di Biak, dan Pasmar-3 Korps Marinir di Sorong.

Pembangunan empat satuan itu merupakan rencana strategis TNI yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016 serta Program 100 hari kerja Panglima TNI.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id