Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma'ruf Cahyono mengajak para pelajar perwakilan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) 18 SMA di Jakarta untuk memahami Pancasila.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma'ruf Cahyono mengajak para pelajar perwakilan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) 18 SMA di Jakarta untuk memahami Pancasila.

Sekjen MPR Ajak Pelajar Pahami Pancasila dan Konstitusi

Nasional mpr
Pelangi Karismakristi • 21 Mei 2016 16:46
medcom.id, Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma'ruf Cahyono mengajak para pelajar perwakilan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) 18 SMA di Jakarta untuk memahami Pancasila dan Konstitusi serta menyadari NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
 
Ma'ruf Cahyono menjelaskan, ada beberapa penyebutan yang salah mengenai penyebutan beberapa elemen bangsa. Misalnya, UUD yang masih sering disebut UUD 1945, padahal yang benar adalah UUD NRI Tahun 1945. Atau ada juga yang masih mengatakan MPR sebagai lembaga tinggi negara.
 
"MPR setara dengan lembaga negara lain karena tidak seperti pada masa lalu. MPR sekarang tidak membuat GBHN, tidak mengeluarkan TAP yang mengatur, dan tidak memilih presiden," kata Ma'ruf saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi IV Federation Legislator dengan tema Legislatif Untuk Inovasi di SMAN 26, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan sosialisasi Empat Pilar MPR, lanjut Ma'ruf Cahyono, adalah metode untuk melaksanakan tugas MPR sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).
 
"Apakah semuanya (Empat Pilar) sudah dilaksanakan? Apakah Pancasila sudah dipahami?" tanya Ma'ruf.
 
Dia pun memberi contoh masih ada yang melakukan kesalahan dalam menyanyikan "Indonesia Raya", masih ada yang tidak hafal Pancasila. Bahkan dalam fit and proper test di DPR ada calon yang tidak hafal Pancasila.
 
"Bagaimana seseorang bisa menyadari kalau tidak paham? Bangsa ini tidak hanya didominasi satu generasi. Yang utama adalah bagaimana bisa melaksanakan Pancasila kalau tidak memahami atau menghafal (Pancasila)? Kelihatannya memahami dan menghafal Pancasila itu sepele, tapi ternyata tidak mudah," katanya.
 
Sekarang ini, tambah Ma'ruf Cahyono, tidak ada lembaga seperti BP7 pada masa Orde Baru. Karena itu lahirlah UU No. 17 Tahun 2014, MPR diamanatkan mensosialisasikan Empat Pilar MPR.
 
"Kalau tidak, tidak tahu mau jadi apa kita? Bagaimana kita ke depan. Bayangkan kalau ideologi dan konstitusi negara tidak dipahami," ujarnya.
 
Sekjen pun mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang melaksanakan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan konstitusi.
 
"Artinya betul-betul menjalankan dan dilaksanakan. Agar kita menjadi bangsa yang religius, bangsa yang humanis, bangsa yang bersatu, bangsa yang demokratis dan berkeadilan sosial," katanya.
 

(ABE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif