Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono (Foto:Dok.MPR)
Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono (Foto:Dok.MPR)

Rangkaian Peringatan Pidato Bung Karno Dibuka dengan Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat

Nasional berita mpr
Pelangi Karismakristi • 30 Mei 2016 13:47
medcom.id, Bandung: Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono membuka acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat, yang sekaligus menandai dibukanya rangkaian acara Peringatan Pidato Bung Karno, 1 Juni.
 
Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat merupakan salah satu agenda rutin salah satu agenda rutin yang dilaksanakan MPR di Perpustakaan MPR. Kali ini, acara tersebut 'pindah' ke Bandung untuk memeriahkan Peringatan Pidato Bung Karno, 1 Juni. Hari ini, buku yang menjadi pembahasan adalah Pancasila sebagai Pembebas.
 
"Kami bahagia dengan kegiatan ini. Sebab, acara ini punya makna sendiri bagi kami. Oleh karenanya, kami mengharapkan partisipasi agar kegiatan ini punya manfaat besar," ujar Ma'ruf , saat membuka Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat, di Ruang Tangkuban Perahu, Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, Senin (30/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf mengingatkan pentingnya melaksanakan perhelatan Peringatan Pidato 1 Juni Bung Karno. Manfaatnya, untuk merefleksikan kembali bangsa Indonesia akan sejarah bangsanya. Sebab tidak bisa dipungkiri, bahwa keberadaan bangsa ini tak lepas dari sejarah di masa lalu.
 
Hari bersejarah ini diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk melaksanakan dan menerjemahkan Pancasila dalam berbagai bidang, sehingga MPR memandang peringatan momen ini penting.
 
"Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni penting untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Pancasila. Sehingga ke depan akan ada semakin banyaj karya-karya anak bangsa yang selaras dengan niali-nilai Pancasila", imbuh dia.
 
Pada kesempatan serupa, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut membacakan pidato. Dia menyatakan harapan agar masyarakat tidak hanya sekadar menghapal Pancasila, namun juga bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Karena selain dasar dan ideologi bangsa, sesungguhnya Pancasila merupakan ciri bangsa Indonesia. Karena itu, kalau masih ada yang tak mengakui Pancasila, itu berarti tidak mengerti sejarahnya," kata pria yang akrab disapa Kang Emil.
 
Bagi Kang Emil, Pancasila bak nikmat sehat yang akan terasa manfaatnya jika dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dia pun menyatakan kekaguman terhadap para pendahulu yang merumuskan adanya lima sila dalam ideologi bangsa itu.
 
"Saya pikir orang tua kita itu mereka hebat. Kecerdasan mereka luar biasa. Nah, maka dari itu saya harap Indonesia bisa terus melakukan pembangunan dengan berlandaskan Pancasila dan harus diterjemahkan sesuai zaman dan kekinian," kata Kang Emil.
 
Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni akan dilaksanakan di Gedung Merdeka, Bandung. Bakal ada banyak rangkaian acara untuk memeriahkan acara tersebut, seperti Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat, Seminar Nasional, Pertunjukan Wayang Golek, Pawai Budaya, dan lainnya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif