Calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: ANT/Hafidz Mubarak.
Calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: ANT/Hafidz Mubarak.

Ma'ruf Ingin Bangun Landas Pacu Ekonomi Indonesia

Nasional pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Achmad Zulfikar Fazli • 24 September 2018 07:00
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin ingin membangun landas pacu bagi perekonomian Indonesia. Dengan begitu, Indonesia ke depannya bisa tinggal landas menjadi negara maju.
 
"Saya akan bantu Pak Jokowi, beliau sudah membuat patok-patok sejak 2014, untuk membangun Indonesia. Saya bantu menyiapkan landasan supaya 2024 ketika kita mewariskan, Indonesia sudah siap tinggal landas," kata Ma'ruf seperti dilansir Antara, saat menghadiri deklarasi arus baru muslimah di Balai Kartini, Jakarta, Minggu, 23 September 2018.
 
Pada 2024, Indonesia harus berjalan miraj atau terbang, tidak boleh lagi datar. Dia mengenalkan arus baru ekonomi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, arus lama ekonomi Indonesia dengan membentuk konglomerat yang diharapkan akan meneteskan kesejahteraan ke bawah, ternyata tidak kunjung menetes.
 
"Yang terjadi justru yang kuat makin kuat yang lemah makin lemah," ucap dia.
 
Menurut dia, perlu dibangun ekonomi kerakyatan yang memberikan keadilan ekonomi, menghilangkan disparitas antardaerah, serta menghilangkan disparitas produk lokal dengan produk global.
 
"Menghilangkan kesenjangan bukan berarti melemahkan yang kuat, tapi membangun kolaborasi saling membantu sehingga yang kuat tetap kuat dan yang lemah menjadi kuat," kata dia.
 
Ia menyebut disparitas produk lokal dan global harus diselesaikan. Sehingga Indonesia tidak terus mengimpor yang menyebabkan kurs rupiah tertekan.
 
"Produk lokal harus diberi nilai tambah. Misalnya coklat di Sulsel cuma Rp1.000, padahal setelah sampai di Singapura Rp20.000," papar dia.
 
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu mencontohkan kopi Indonesia. Saat di jual ke asing hanya lima dolar AS per kilogram, namun begitu dijual kedai kopi asing harganya Rp30.000 per cangkir.
 
Menurut Ma'ruf, untuk meraih nilai tambah, Indonesia harus didukung dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Dia menilai Indonesia bisa maju jika tidak ada kerikil-kerikil yang mengganggu perjalanan.
 
"Harus ada kondisi kondusif supaya bisa lepas landas, tidak ada konflik ideologi, pangkal kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Pancasila adalah titik temu seluruh elemen bangsa," pungkas dia.
 

 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif