Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Legislator PKB Sentil Mahfud Terkait Pernyataan Motif Penembakan Brigadir J

Anggi Tondi Martaon • 10 Agustus 2022 15:35
Jakarta: Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal menyentil Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Utamanya, terkait pernyataan motif penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
"Kita juga mengingatkan juga semua tidak memperlebar ini," kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Pernyataan dimaksud yakni motif penembakan Brigadir J hanya boleh didengar orang dewasa. Anggota Komisi III DPR itu meminta pejabat publik menahan diri terkait perkembangan kasus penembakan Brigadir J. Sehingga, tak menimbulkan asumsi liar di tengah publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyampaikan penjelasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seharusnya menjawab pertanyaan publik selama ini. Sehingga, tidak menimbulkan asumsi liar terkait kematian ajudan Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo tersebut. 
 
"Justru harus sudah mulai mendinginkan suasana. Kalau misalkan asumsi atau berpikir bahwa ini tadi motifnya tidak pantas didengar oleh bukan orang dewasa, ya kita juga tidak berani komentari seperti apa. Tanya Pak Mahfud apa yang dimaksud beliau itu kan," sebut dia.
 

Baca: Kantongi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud: Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa


Dia mengapresiasi kinerja Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai menunjukkan komitmennya mengungkap kasus penembakan Brigadir J. 
 
"Sekali lagi apa yang dilakukan Pak Kapolri termasuk tadi malam, bagaimana kita saksikan ketegasan beliau," ujar dia.
 
Polri belum mengungkap motif penembakan Brigadir J. Sebab, masih didalami Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. 
 
Sementara itu, Mahfud menyampaikan motif pembunuhan Brigadir J dinilai sensitif. Bahkan, hanya boleh didengar orang dewasa.
 
"Biar konstruksi hukumnya, karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif