Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Dok Kementerian Pertahanan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Dok Kementerian Pertahanan

Netizen Anggap Prabowo Sosok yang Tepat Pimpin Indonesia

Nasional media sosial capres Prabowo Subianto Pilpres Pilpres 2024
M Sholahadhin Azhar • 21 April 2022 21:21
Jakarta: Netizen menganggap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia. Hal tersebut diungkap Merdeka Institute Public Opinion Survey melalui riset dan analisis percakapan tentang Prabowo di dunia maya.
 
"Prabowo Subianto justru menjadi calon presiden (capres) yang banyak memperoleh sentimen positif dari para netizen," ujar peneliti senior Merdeka Institute Mohammad Yafi melalui keterangan tertulis, Kamis, 21 April 2022.
 
Hasil analisis pihaknya mengungkap nama Prabowo berada di posisi paling atas. Hal tersebut membuat elektabilitas Prabowo stabil dan terus meningkat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebanyak 25,4 persen dari total netizen yang mempercakapkan Prabowo cenderung menyampaikan ujaran positif tentang Ketua Umum Partai Gerindra itu,” kata Yafi.
 
Menurut dia, hanya 12,4 persen perbincangan warganet yang bernada negatif. Sementara itu, 62,2 persen percakapan tentang Prabowo di dunia maya cenderung netral.
 
Yafi menyebut hal itu yang membuat Prabowo berada di peringkat pertama capres dengan sentimen positif. Lebih tinggi ketimbang pesaingnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 20,6 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 18,9 persen perbincangan bernada positif. 
 
Baca: Prabowo Dinilai Memiliki Sentimen Positif Tertinggi di Dunia Maya
 
Yafi menjelaskan perbincangan positif warganet tentang Prabowo dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, karena kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.
 
“Ini ternyata cukup membuka mata publik mengenai totalitas Prabowo mengemban tugas negara,” kata dia.
 
Faktor lain yang memengaruhi yakni sikap Prabowo yang jarang sekali mau terlibat dalam percakapan tentang Capres 2024. Netizen mengapresiasi hal tersebut.
 
“Pernyataan-pernyataan Prabowo cenderung yang mengarah pada pencarian solusi daripada membangun kontroversi atas berbagai masalah nasional akhir-akhir ini," kata Yafi.
 
Metodologi analisis dalam riset yang dilakukan Merdeka Institute kali ini menggunakan pendekatan natural language processing (NLP) untuk mengekstrasi opini dalam bentuk teks.  Analisis menggunakan keyword nama-nama capres top five yang sering muncul dalam publikasi survei lembaga-lembaga riset mainstream.
 
Dataset dikumpulkan pada 9-20 April 2022. Metode ekstraksi opini dilakukan dengan teknik knowledge discovery in data base (KDD).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif