Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi Dedy Mawardy. Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi Dedy Mawardy. Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar.

Reshuffle Hak Jokowi

Nasional reshuffle kabinet
M Sholahadhin Azhar • 04 Mei 2019 05:14
Jakarta: Isu perombakan kabinet berhembus kencang di penghujung kepemimpinan Presiden Joko Widodo di periode pertama. Terutama usai Komandan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Joko Widodo.
 
Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Jokowi, Dedy Mawardi pun menganggap wajar bila banyak yang berspekulasi. Namun, ia meminta spekulasi tersebut tak terlalu liar.
 
"Mari kita semua memberikan keleluasaan kepada Presiden untuk menggunakan hak prerogatifnya tanpa intervensi siapapun dan dari manapun," ujar Dedy Mawardi di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengapresiasi pihak yang memberi masukan kepada Jokowi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti rasuah itu mengingatkan Jokowi supaya tak memilih menteri yang bermasalah dengan hukum, terutama korupsi.
 
Dedy melihat masukan KPK sangat positif untuk mewujudkan kepemimpinan Jokowi yang bersih di periode kedua. Meski bukan keharusan, ia atas nama Seknas Jokowi, meminta petahana memaknai saran tersebut.
 
"Itu masukan untuk Presiden ketika harus menyeleksi nama-nama yang layak duduk di kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024," kata dia.
 
Namun demikian, ia menegaskan semua pihak untuk taat konstitusi terkait hal ini. Sebab dalam UUD 1945, seorang presiden memiliki hak istimewa penuh untuk menyusun para pembantunya.
 
Artinya, pihak-pihak di sekeliling Jokowi hanya bisa memberi masukan. Terkait pilihan, sepenuhnya hak presiden dan tak dapat diganggu gugat.
 
"Kita hanya bisa memberi masukan yang positif sebagai bahan pertimbangan," ujar dia.
 

(NUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif