Lingkungan Kampus Harus Steril dari Kampanye

Ilham wibowo 14 Oktober 2018 04:23 WIB
pilpres 2019
Lingkungan Kampus Harus Steril dari Kampanye
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Medcom.id/Dheri Agriesta
Jakarta: Tim kampanye calon presiden dan wakil presiden dinilai perlu memahami lingkungan kampus yang wajib netral dan bersih dari kampanye politik. Kebebasan akademik mahasiswa perlu dihormati. 

Pernyataan itu diasmpaikan Alumni Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Hasto Kristiyanto yang menanggapi penolakan seminar yang semula bakal diisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, di FAkultas Peternakan UGM. Sudirman diminta memahami pembatalan tersebut dilakukan lantaran tengah memasuki masa kampanye.  

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung. Sebagai tokoh dengan intelektual lumayan seharusnya memahami aturan tersebut. Bagi kami, marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati. Terlebih mahasiswa, di mana proses kepemimpinan nasional pun datang dari dunia kampus,” kata Hasto melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 Oktober 2018.


Sekjen PDI Perjuangan ini menilai kehadiran Sudirman Said terlalu dini untuk menjadi pembicara forum diskusi mahasiswa yang bakal berujung kampanye terselubung. Keputuan pihak kampus dianggap tepat dengan membatalkan seminar bertajuk "Kepemimpinan Era Milenial" yang juga mendatangkan mantan Menteri Agraria Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan.

“Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi paslon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya. Terlebih UGM, mereka sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis Palson 01 dan 02. Sebab UGM percaya, visi-misi tersebut berkaitan dengan masa depan bangsa," ungkap Hasto. 

Klaim Sudirman Said bahwa seolah dia telah dizalimi dinilai berlebihan ihwal penyampaian ada ancaman dikeluarkan atau drop out (DO) bagi panitia. Hasto menganggap Sudirman tidak memahami realitas kampus yang didirikan di tengah kancah perjuangan revolusi perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertulis di Statuta UGM.

"Pernyataan Pak Sudirman Said justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila. Lagian, mana ada mahasiswa UGM yang takut ditekan?,” beber Pendiri Gang of Voice Teknik UGM ini. 

Hasto menuding Mantan Menteri ESDM itu tengah melakukan playing victim. Model politik tersebut dianggap telah usang. 

"Pak Sudirman Said tidak perlu victim playing. Rakyat sudah muak dengan kebohongan terencana seperti Ratna Sarumpaet. Jadi maaf Pak Sudirman Said, jurus Anda sudah tidak laku,” pungkas dia.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id