Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: MI/Susanto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: MI/Susanto

Airlangga Bantah Pemecatan Ketua DPD Golkar Perintahnya

Nasional partai golkar
Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2019 04:44
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut pemecatan sejumlah ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar bukan atas arahannya. Menurutnya koordinasi DPD tingkat II atau kabupaten/ kota ada di DPD tingkat I atau provinsi.
 
"Tidak ada itu. Karena kita berjenjang. Kalau DPD tingkat satu, dari pusat. Kalau tingkat dua koordinasinya di tingkat satu," kata Airlangga di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jum'at 12 Juli 2019.
 
Dia mengatakan pemecatan bersifat sistematis. Pencopotan tidak berhubungan dengan adanya sejumlah ketua DPD yang mendukung Wakorbid Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu masalah DPD 1 dengan DPD 2. Jadi mereka (Ketua DPD yang dipecat) ada kasus-kasus spesifik lain," ungkapnya.
 
Ketua DPD Golkar yang dinonaktifkan antara lain, Ketua DPD Kota Ambon, Kabupaten Tual, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Kemudian, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Aru.
 
Sebelumnya, Bamsoet mengaku bertanggungjawab terkait pemecatan tersebut. Ketua DPR RI ini pun meminta kepada mereka yang dipecat, untuk mencabut dukungan kepadanya.
 
"Maka saya minta kepada beliau-beliau yang di-Plt atau dipecat kalau memungkinkan bisa berkompromi dengan yang memecatnya, dengan berjanji mencabut dukungan dari saya," kata Bamsoet di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.
 
Bamsoet menegaskan, pemecatan secara sewenang-wenang ini merupakan bentuk kepemimpinan otoriter dari Airlangga. Menurutnya, Airlangga harus bisa menunjukkan sikap demokratisnya.
 
"Presiden saja masih menunjukkan sikap demokratisnya. Masa kita-kita ini tidak bisa menunjukkan sikap demokratis dalam hal yang scope-nya lebih kecil yaitu partai," tegas Bamsoet.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif