PKS Sebut Fahri Kader Ingkar
Fahri Hamzah. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: PKS kecewa dengan tingkah Fahri Hamzah. Mantan kader PKS itu dinilai telah mencemari dan mengingkari partai yang sudah membesarkan namanya.
 
Kuasa Hukum PKS Indra menilai sikap Fahri yang kerap berulah dianggap tidak mencerminkan sikap partai, Fahri disebut kader ingkar.
 
"Sikapnya tidak mencerminkan sikap kader PKS," kata Indra di kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018.
 
Menurut Indra tingkah Fahri sudah dijadikan catatan. Bagaimana Fahri mengingkari keputusan Majelis Syuro DPP PKS terkait pengundurannya dari jabatan padahal sebelumnya sudah berjanji.
 
"Tanggal 11 Desember ia menyatakan bersedia, tetapi ketika tanggal 23 Oktober dia minta waktu, bahkan bersumpah dengan nama Tuhan. Tapi kita tahu tanggal 13 Desember apa yang sudah dia komitmen kan dia ingkari dengan menyatakan tidak bersedia," Kata Indra.

Baca: Ketua Majelis Syuro PKS Diperiksa Sebagai Saksi di Polda Metro

Sikap Fahri dianggap melakukan fitnah bagi PKS. Setiap pernyataannya tidak sesuai dengan kader PKS.
 
"Pernyataan yang dibuat sangat bertolak belakang dengan entitas PKS. Karena sebuah fitnah besar bila menganggap di PKS boleh melakukan kejahatan apa saja," Kata Indra.
 
Namun, PKS tidak menuntut Fahri mundur dari jabatannya. PKS juga tidak berencana membawa masalah ini ke MKD DPR RI. Sebab, waktu Fahri melenggang di panggung legislasi nasional tinggal sebentar saja.
 
"Sejauh ini kita baru laporkan ke polisi. Nanti akan dipertimbangkan apakah memungkinkan (melaporkan ke MKD). Lagian jabatannya sudah mau berlalu," Kata Indra.
 
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Jakarta Sakhir Purnomo melaporkan Fahri Hamzah ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik.
 
Dalam pelaporannya kali ini Sakhir dan Indra melampirkan sejumlah alat bukti berupa salinan tangkapan layar jejak digital Fahri di akun Twitter-nya @fahrihamzah tertanggal 3 Januari 2018. Juga PKS, melampirkan beberapa salinan tangkapan layar sejumlah berita digital yang memuat tulisan pencemaran nama baik itu.
 
Oleh PKS, Fahri digugat dengan 4 pasal, yaitu Pasal 310 dan 311 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 serta Pasal 45 ayat 3 UU tindak pidana ITE.






(FZN)