Ketua KPU Arief Budiman. MI/Rommy Pujianto.
Ketua KPU Arief Budiman. MI/Rommy Pujianto.

Komisioner KPU Sepakat Tolak PAW Harun Masiku

Nasional pdip OTT KPK
Putri Rosmala • 10 Januari 2020 15:56
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum konsisten menolak permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku yang diajukan PDI Perjuangan. Penolakan itu sesuai aturan yang berlaku.
 
"Seingat saya tidak ada yang berbeda pendapatnya tentang kesimpulan untuk hal itu ketika rapat dulu," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Arief mengatakan seluruh komisioner termasuk Wahyu Setiawan setuju menolak permintaan PDI Perjuangan itu. Undang-undang, kata dia, telah jelas mengatur perihal penetapan PAW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada pandangan beda untuk kasus itu seingat saya," kata Arief.
 
Arief mengaku PDI Perjuangan beberapa kali mengajukan permohonan PAW Harun Masiku. KPU pun secara konsisten menolak permohonan itu.
 
"Bagaimana cara saya mengubah suara sementara sertifikat itu telah ditetapkan dan undang-undang menetapkan suara bisa berubah kalau ada putusan MK," ujar Arief.
 
Arief membenarkan surat permohonan PAW Harun Masiku diteken Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
 
"Iya surat yang terakhir. Yang sebelumnya saya lupa," ujar Arief.
 
PDI Perjuangan meminta KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Sumsel 1. Pada pemilihan legislatif, almarhum Nazaruddin Kiemas memperoleh suara terbanyak di dapil tersebut.
 
Nazarudin Kiemas meninggal pada 26 Maret 2019 sebelum hari pencoblosan pemilu, 17 April 2019. Berbekal Putusan MA Nomor 57 P/HUM/2019, PDI Perjuangan meminta posisi almarhum Nazaruddin sebagai peraih suara terbanyak diberikan pada Harun Masiku (caleg nomor urut 6), yang perolehan suaranya sangat sedikit.
 
Permintaan itu ditolak KPU pada 31 Agustus 2019. KPU menilai caleg yang meraih suara terbanyak kedua, Riezky Aprilia berhak menempati posisi yang ditinggalkan Nazaruddin.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif