Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Jokowi Ingin Sad Boy-Sad Girl Dicekoki Pancasila

Nasional pancasila
Damar Iradat • 03 Desember 2019 16:26
Jakarta: Presiden Joko Widodo menginginkan ideologi Pancasila ditanamkan menggunakan fenomena yang sedang digandrungi kaum milenial. Nilai Pancasila, kata dia, bisa ditanam melalui olahraga, musik, dan film.
 
"Enggak apa-apa kita nebeng (penyanyi campursari) Didi Kempot, titip sama sad boy dan sad girl. Titipkan satu lirik," kata Jokowi dalam acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Sad boy dan sad girl yang secara harfiah berarti anak lelaki atau perempuan yang sedih menjadi sebutan bagi penggemar Didi Kempot yang sering melantunkan lagu-lagu patah hati. Didi Kempot pun dijuluki sebagai Godfather of Brokenheart oleh warganet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi ingin hal-hal yang tengah viral seperti Didi Kempot dimanfaatkan demi menyebarkan nilai Pancasila kepada generasi muda dengan cepat. Untuk itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) harus melihat secara detail hal-hal yang disukai generasi muda.
 
Menurut dia, baik BPIP, kementerian, maupun lembaga harus memahami konten yang disukai generasi muda. Semua harus teridentifikasi dengan jelas, khususnya siapa tokoh maupun influencer yang mereka kagumi.
 
Kepala Negara menerangkan generasi muda saat ini tidak hanya dipengaruhi guru, dosen, maupun atasan mereka. Di sisi lain, generasi muda bisa menyerap nilai-nilai ideologi lain dari informasi yang beragam di media sosial.
 
"Hati-hati. Sekali lagi tolong digarisbawahi, mereka menyerap informasi, pengetahuan, dan nilai-nilai dari banyak media," ungkap Jokowi.
 
Untuk itu, Jokowi menyebut penyebaran nilai ideologi Pancasila perlu dilakukan lewat kanal media sosial, layanan penyedia video, maupun aplikasi pesan singkat. Pemerintah perlu memaksimalkan kanal-kanal tersebut.
 
"Sehingga dalam menjangkau 129 juta (generasi muda), betul-betul tembakannya kena, fokusnya ke siapa, banjiri narasi-narasi Pancasila lewat media-media ini," ungkap dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif