Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Kepresidenan Bogor. Dok.Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Kepresidenan Bogor. Dok.Istana Kepresidenan.

Denny JA: Jokowi Ditantang Ideologi Oposisi

Nasional presiden jokowi
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Juli 2019 16:30
Jakarta: Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Denny JA mengungkapkan ada empat ideologi yang mewarnai kontestasi Pilpres 2019. Keempat ideologi tersebut dinilai membuat suasana pilpres emosional.
 
Denny menyebut ideologi pertama adalah politik reformasi. Kubu presiden terpilih Joko Widodo paling banyak menganut ideologi ini.
 
"Ideologi ini dibangun Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie hingga Jokowi. Ada kebebasan politik, bermedia, dan persamaan hak warga negara," kata Denny di Gedung Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Selasa, 2 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jokowi Tegaskan Rekonsiliasi Bukan Bagi-bagi Kursi Menteri
 
Dia mengatakan ideologi ini juga mengakomodasi kebebasan beragama. Buktinya, ungkap Denny, Indonesia menjadi satu-satunya negara demokrasi yang memiliki Menteri Agama (Menag).
 
Ideologi ini mendapatkan tantangan dari tiga ideologi lain. Dua di antaranya berasal dari kubu oposisi. Denny mencontohkan ideologi politik Islam yang menilai umat muslim harus lebih banyak di kursi pemerintahan.
 
Denny mengatakan bentuk keinginan mereka yang paling kuat bukan berlandaskan konstitusi, namun kitab suci. "Bentuknya bisa khilafah dan negara Islam. Di (Pilpres) 2019 kemarin kelompok ini berada di kubu Prabowo," tutur Denny.
 
Selain itu, lanjut dia, ada ideologi yang ingin kembali ke Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang asli. Denny menyebut penganut paham ini mengkritik era reformasi karena dianggap terlalu liberal.
 
Dia mengatakan pelaku utama gerakan ini adalah persatuan purnawirawan Angkatan Darat (AD). Salah satunya, kata Denny, adalah Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) sekaligus Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.
 
"Kita tahu bersama Djoko Santoso adalah orang yang penting dalam kubu Prabowo," imbuhnya.
 
Sementara itu, ideologi terakhir yang menantang ideologi politik reformasi adalah paham Hak Asasi Manusia (HAM). Paham ini, kata Denny, biasanya digaungkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). "Ini adalah kebalikan ideologi paham Islam politik," kata dia.
 
Baca: Cak Imin Boyong Pengurus PKB Bertemu Jokowi
 
Denny menyebut ideologi ini menilai politik reformasi kurang liberal. Pasalnya, penganut paham ini menilai pemerintah belum memberi tempat yang koheren dan tegas pada pelanggaran HAM.
 
"Jadi ini kenapa Pilpres terasa emosional dan membelah karena tidak hanya pertarungan politik tahunan tapi juga pertarungan ideologi," pungkas dia.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif